SENIN, 26 DESEMBER 2016
MATARAM — Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) selain menimbulkan trauma mendalam di kalangan masyarakat yang terdampak, juga telah menimbulkan kerugian materiil tidak sedikit. Data yang terkumpul untuk kerugian akibat bencana hampir mencapai satu Triliun Rupiah.
![]() |
| Kepala BPBD NTB, Muhammad Rum |
“Setelah melakukan proses indentifikasi dan perhitungan terhadap bangunan rumah, gedung dan fasilitas umum lain, total kerugian sementara akibat bencana banjir ditaksir mencapai 979,3 Miliar” kata Kepala Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum di Mataram melalui pesan wahatsapp, Senin (26/12/2016).
Rincian nilai kerugian tersebut meliputi fasilitas kesehatan berupa empat Puskesmas, 29 Pustu, 29 Polindes, Lab Kesehatan Desa. Untuk infrastruktur meliputi jembatan, jalan, prasarana air minum, prasarana persampahan. Sementara fasilitas pendidikan berupa 18 SD, 5 SMP, dan 4 SMA.
“Rumah penduduk, 91 hanyut, 47 rusak berat, 49 rusak sedang, termasuk tempat usaha atau kios, 77 mengalami rusak berat, 39 rusak sedang,”sebutnya.
Dijelaskan, pendataan dan perhitungan dilakukan untuk memudahkan pemerintah melakukan renovasi atau pembangunan kembali kerusakan perumahan dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan, juga sebagai acuan saat bantuan perbaikan disalurkan, supaya bisa tepat sasaran.
Lebih lanjut ia menambahkan, selain proses pendataan dan perhitungan, petugas gabungan juga terus bekerja membersihkan matrial dan sampah yang memenuhi rumah warga supaya masyarakat bisa segera kembali ke rumah masing-masing.
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi