Bekreasi Gunakan Limbah Bawang Putih Hasilkan Jutaan Rupiah Setiap Bulan

MINGGU, 04 DESEMBER 2016

SURABAYA— Berawal dari kegelisahannya, Maslikah, perempuan 60 tahun ini mencoba membuat kerajinan tangan berbahan dasar limbah bawang putih yang banyak di rumahnya. Limbah tersebut terdiri dari tangkai dan kulit bawang. Bersama suaminya, Suep Effendi, pasangan suami istri ini mencoba merintis usaha di bidang industri kreatif sejak 2010 lalu.
Penampilan karya bunga hasil olahan limbah bawang putih
Berbekal ide-ide kreatifnya, Maslikah mulai mencoba-coba mengkreasikan limbah-limbah bawang putih menjadi sebuah kerajinan seperti  bros, celengan, tempat pensil, aksesori untuk acara pesta pengantin, dan rangkaian indah bunga krisan. 
“Awalnya memang tidak terbayangkan mau membuat kerajinan dari limbah bawang putih, tapi pada awal tahun 2010 dulu kebetulan di kecamatan ada lomba membuat bunga kering. Di situlah mulai terpikirkan kenapa tidak menggunakan limbah yang banyak di dapur rumah untuk dijadikan bahan dasar membuat bunga kering,” ujarnya saat ditemui di acara Awarding Pahlawan Ekonomi 2016 di Taman Surya, Sabtu (3/12/2016).
Berkat ketekunan yang dimiliki Maslikah, bisnis kerajinan dari limbah bawang putih ini, kini kian mencuri hati konsumen. Melalui pameran-pameran, sosial media, dan dari informasi mulut ke mulut, produk kerajinan bikinannya juga makin dikenal dan diminati konsumen. Selain itu, pada awal tahun 2010 saat pertama kali ia mendirikan bisnis industri kreatif ini, oleh Pemerintah Kota Surabaya dianugrahi penghargaan Pahlawan Ekonomi.
“Alhamdulillah saya tahun 2010 sampai 2013 secara beturut-turut memenangkan ajang penghargaan Pahlawan Ekonomi yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Jadi, saya sudah memenangi ajang penghargaan Pahlawan Ekonomi ini sudah empat kali berturut-turut,” kata Maslikah.
Kini untuk melancarkan bisnisnya, ia membuka rumah produksi sekaligus tempat pemasaran produk-produk buah karyanya di Tanah Merah IV No. 6 Kenjeran-Surabaya. Slogan yang selalu digaungkan oleh Maslikah yakni ‘sesuatu yang dikerjakan dengan buatan tangan sendiri akan jauh lebih berarti’.
Maslikah dan Suami
Maslikah tak pelit ilmu untuk membagi pengetahuan bagaimana membuat sebuah kerajinan dari limbah bawang putih kepada siapa pun yang membutuhkan. Ia menerangkan, untuk membuat satu rangkaian bunga krisan yang indah, mula-mula pilah terlebih dahulu limbah bawang putih. Kemudian dikeringanginkan hingga kering. Maslikah mengimbau, jika mengeringkan jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung, sebab ini akan menyebabkan kerusakan pada bahan baku limbah bawang putih yang akan digunakan.
Selanjutnya, limbah-limbah yang terdiri dari tangkai dan kulit bawang putih yang sudah dikeringanginkan, dirajang atau dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Setelah itu diberi pewarna sesuai yang diinginkan dengan cara direbus dalam air panas yang telah dicampuri dengan pewarna kain. Langkah berikutnya yakni menjemur kembali bahan-bahan yang telah selesai diberi pewarna dengan hanya dikeringanginkan juga hingga benar-benar kering.
Bahan-bahan yang telah kering dan mendapatkan warna yang dinginkan, langkah berikutnya adalah merangkai menjadi satu membentuk bunga dengan cara direkatkan dengan bantuan lem cair warna putih. Tangkai dan kulit bawang putih umumnya digunakan sebagai mahkota dalam struktur pembentuk bunga. Sedangkan untuk membuat sari bunga, biasanya diberi tambahan bahan lain yakni ketumbar untuk menambah kesan nyata bunga yang dirangkai.
“Untuk membuat satu rangkaian bunga lengkap, dengan catatan semua bahan sudah selesai pada tahap pewarnaan, waktu yang dibutuhkan kurang lebih satu minggu,” katanya.
Sementara itu, Maslikah mengaku kalau untuk membuat bros, dalam sehari dirinya mampu membuat 50 buah. Harga kerajinan hasil karyanya, Maslikah mematok harga dari yang paling murah mulai dari Rp. 5.000 hingga yang paling mahal untuk satu rangkaian bunga utuh beserta potnya seharga Rp. 200.000.
“Waktu ramai pemesan itu adalah saat musim mantenan. Kadang pesanan souvenir bisa mencapai 600 hingga 1.000 buah souvenir,” ujarnya.
Tidak hanya itu saja, produk kerajinan limbah bawang putih ide kreatif dari Maslikah ini pernah dipasarkan juga di Manado hingga ke Korea. Ia juga mengaku kesan pertama para pembeli produknya adalah kagum. 
“Mereka para pembeli itu pada kagum waktu pertama kali melihat produk dari limbah bawang putih. Mereka pada bilang, kok bisa ya limbah bawang putih seperti ini dijadikan bunga-bungaan yang menarik,” tandasnya.
Dalam menanggulangi permintaan yang makin banyak, selain mengandalkan bahan baku dari dapurnya sendiri, tak jarang Maslikah juga sering mengumpulkan limbah-limbah bawang putih dari tetangga-tetangga yang ada tak jauh dari rumahnya. Sebulan sedikitnya ada tiga juta rupiah berhasil dikantongi Maslikah dari hasil menjual produk buatannya.
Pengunjung stan milik Maslikah terlihat sangat mengamati detail dari bunga kreasi olahan limbah bawang putih
Selain aktif membuat aneka kerajinan dari limbah bawang putih, Maslikah juga aktif berbagi ilmu kepada tetangga-tetangganya. Kemudian setiap sepekan sekali Maslikah juga kerap hadir dalam pelatihan yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surabaya di Kapas Krampung Plaza. Pelatihan yang diadakan oleh Pemkot Surabaya ini terkait bagaimana proses pemasaran dan pengembangan ide-ide kreatif dari produk hasil karya kreativitas masyarakat Surabaya. Terkait bagaimana meningkatkan harga jual, mengurus hak paten dan meningkatkan kualitas setiap produk kreativitas masyarakat Surabaya ini juga tak luput menjadi bahasan menarik dalam tiap pekannya.

Jurnalis : Nanang WP / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Nanang WP

Lihat juga...