Robot Penghias Kue Donat, Hasil Karya Siswa SMPN 1 Surabaya yang Sabet Medali Emas

MINGGU, 04 DESEMBER 2016

SURABAYA — Sekilas penampilan kedua pelajar SMP Negeri 1 Surabaya, Achmad Ainnur Hakim dan Achmad Rafi tampak polos bahkan terkesan pendiam. Mereka berdua hadir di antara kerumunan ribuan pelajar berprestasi dalam acara Adisiswa Fiesta 2016 di Taman Surya, Minggu (4/12/2016). Namun, siapa sangka dari tangan Achmad dan Rafi itu lahir robot penghias kue donat bernama chef. Robot tersebut mampu menyabet medali emas dalam ajang International Islamic School Robotic Olimpiade yang digelar di Lombok, Agustus lalu.
Siswa-siswi berprestasi menerima penghargaan di ajang Adisiswa Fiesta 2016
Achmad, sapaan akrab Achmad Ainnur Hakim menuturkan, proses pembuatan chef bisa dibilang tidak gampang. Banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari problem kelangkaan suku cadang hingga program yang tidak berjalan maksimal.
Achmad juga menambahkan, robot chef didesain mampu menghias kue donut dengan aneka gula, meses dan pilihan toping lainnya. “Kalau program tidak benar, donat bisa belepotan,” kata pelajar kelas delapan tersebut.
Demi meraih tekad menyabet juara, mereka harus mengesampingkan semua hambatan dan rintangan. Salah satu harga yang harus dibayar yakni dengan menghabiskan waktu lebih banyak di sekolah.
Sementara itu, Rafi sapaan akrab Achmad Rafi mengaku, normalnya mereka pulang ke rumah sekitar pukul tiga sore. Khusus dalam rangka persiapan mengikuti International Islamic School Robotic Olimpiade, jam pulang mereka molor hingga pukul 18.00 setiap harinya.
Tak hanya itu, selain dituntut menguasai teknik pembuatan robot, semua tim yang berlomba juga wajib presentasi di hadapan dewan juri. Kebetulan, Rafi dan timnya harus mempresentasikan chef di hadapan tiga juri asal Filipina.
Dengan persiapan yang matang dan presentasi yang bagus, hasilnya, Rafi dan timnya mampu menyabet medali emas. Mereka mampu menjadi yang terbaik mengalahkan ratusan pelajar dari Malaysia, Mesir, Singapura dan Jepang.
Rafi menilai, keberhasilan timnya menorehkan prestasi di bidang robotika tak lepas dari dukungan orang tua, sekolah dan tim pendamping. Pasalnya, ekstra-kulikuler robotika didukung dengan tim pelatih yang berkualitas dan ruang khusus yang dilengkapi dengan sarana-prasarana dalam pembuatan robot.
Selanjutnya, Rafi dan kawannya membidik Singapura Robocup yang diselenggarakan tahun depan. Harapannya, mereka dapat kembali mengharumkan nama Surabaya di kancah internasional. Selain itu, Rafi dan tim juga tengah menyiapkan inovasi terbaru yakni robot penghapus papan tulis.
“Kami ingin membuat robot penghapus papan tulis karena setahu kami belum banyak yang membuat robot seperti itu. Semoga robot itu nanti bisa berguna bagi sekolah kami,” tutup Rafi dengan wajah yang tampak bahagia.

Jurnalis : Nanang WP / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Nanang WP

Lihat juga...