Kapten Susilo Sebut Tug Boat Siap Digunakan di Lintasan Selat Sunda dalam Kondisi Cuaca Buruk

MINGGU, 04 DESEMBER 2016

LAMPUNG — Kondisi cuaca ekstrem di wilayah perairan Selat Sunda hingga kini masih terjadi hingga Minggu sore (4/12). Kondisi tersebut mengakibatkan armada kapal tunda (tug boat) selalu siaga untuk mengantisipasi peristiwa kapal kapal roll on roll off (Roro) yang mengalami gagal sandar atau mengalami kesulitan saat melakukan manuver untuk aktifitas bongkar muat di pelabuhan Bakauheni Lampung. 
Kapal KN 212 Drupada milik Basarnas disiagakan di Bakauheni
Kesiapsiagaan kapal penarik tersebut dibenarkan oleh kapten Susilo Prayitno, nahkoda tug boat TB Merak yang saat ini disandarkan di antara dermaga tiga dan dermaga dua Pelabuhan Bakauheni. Ia mengaku kondisi angin kencang dan hujan tersebut terutama berdasarkan kondisi cuaca di perairan Selat Sunda yang menurut prakiraan Badan Klimatologi Meteorologi dan Geofisika (BMKG) maritim Panjang Lampung masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kapten Susilo mengungkapkan, saat ini fungsi dari TB Merak terus digunakan untuk melakukan bantuan segera bagi kapal kapal yang berada di alur masuk dan alur keluar terutama saat gelombang di wilayah perairan Selat Sunda dalam kondisi tidak bersahabat. Kapten Susilo memastikan sebanyak tujuh personil kapal termasuk dirinya selalu siaga selama 24 jam untuk dipanggil sewaktu waktu saat dibutuhkan.
“Selain fungsinya sebagai kapal tunda kapal juga dilengkapi dengan fasilitas penyemprot air untuk pemadam kebakaran serta mampu memandu kapal kapal yang mengalami masalah di Selat Sunda di antaranya kapal mati mesin, kapal terdampar serta berbagai insiden di perairan,”ungkap Kapten Susilo, nahkoda tug boat Merak di Bakauheni, Minggu (4/12/2016).
Ia mengakui seluruh personil terus mengikuti perkembangan cuaca dan juga siap menjalankan perintah dibawah otoritas PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni. Beberapa kejadian insiden  di laut yang telah ditangani oleh TB Merak menurut sejak didatangkan dari Palembang Sumatera Selatan diantaranya yang cukup penting diantaranya melakukan evakuasi penumpang KMP Mutiara Persada I yang berangkat dari dermaga tiga dan kandas di alur keluar Pelabuhan Bakauheni setahun lalu. Tug boat Merak akhirnya bertugas melakukan evakuasi ratusan penumpang dan kembali ke darat. Selain itu TB Merak juga memandu kapal MV Hyrondex, sebuah kapal kargo asal Bengkulu tujuan Tanjung Priok akibat cuaca buruk.
Kondisi perairan Selat Sunda
Selain itu ia mengaku saat ini fasilitas kapal kapal penyelamat yang ada di Bakauheni semakin bertambah, di antaranya tug boat milik PT Bandar Bakaau Jaya (BBJ), kapal milik kesatuan penjagaan laut dan pantai (KPLP) serta 1 armada kapal KN 212 Drupada milik kantor SAR Lampung yang disiagakan di dermaga BBJ Bakauheni. Meski sejauh ini Kapten Susilo mengaku kondisi perairan saat ini selalu berubah terutama menjelang sore hingga malam hari. Hal tersebut dibuktikan dengan belum adanya keputusan untuk mengurangi jumlah kapal yang beroperasi di Selat Sunda terutama dengan beroperasinya kapal kapal berukuran lebih dari 5000 GT sehingga mampu mengatasi pelayaran di Selat Sunda dalam kondisi cuaca buruk.
Selain TB Merak di Pelabuhan Merak Banten juga kapten kapal TB Jalak, Radmiadi juga mengungkapkan akan selalu siaga dalam kondisi cuaca buruk yang akhir akhir ini masih terjadi diantaranya angin kencang dan hujan deras. Ia mengaku selain memperhatikan dari himbauan melalui sarana komunikasi dan navigasi himbauan tertulis juga selalu diperoleh sehingga pengguna jasa akan lebih tahu kondisi terkini perairan. Pihak BMKG maritim juga bahkan telah memasang display di depan loket pembelian tiket untuk memberi informasi kepada para nahkoda dan pengguna jasa di Pelabuhan Bakauheni.
Sementara kondisi perairan di Selat Sunda sesuai informasi dari stasiun meteorologi maritim yang terpasang di loby masuk pembelian tiket penumpang cuaca di perairan Selat Sunda diantaranya terpantau dominan hujan ringan dan berawan. Di wilayah Perairan Barat lampung berdasarkan prakiraan cuaca tercatat kondisi hujan ringan, angun dari Barat ke Barat Laut dengan kecepaatn 2-20 knots. Wilayah perairan Hindia Barat Lampung cuaca dalam kondisi hujan ringan, kondisi angin dari arah Barat ke Barat Laut dengan kecepatan angin 4-25 knots.
Selat Sunda bagian utara dengan cuaca berawan dengan arah angin Barat Daya ke Barat dengan kecepatan angin 2-20 knots. Sementara di perairan Selat Sunda bagian Selatan dengan kondisi cuaca hujan ringan dengan angin dari arah Barat ke Barat laut dengan kecepatan angin 2-20 knots dan perairan Timur Lampung diantaranya dalam kondisi berawan dengan kondisi angin dari Barat daya ke arah Barat dengan kecepatan angin 2-20 knots. Sementara kondisi gelombang di perairan tersebut rata rata dari 0,5-3,5 meter.
Jalak disiagakan dalam kondisi cuaca buruk
Kondisi perairan Selat Sunda yang masih cukup berangin dan hujan ringan hingga saat ini belum mempengaruhi pelayaran di Selat Sunda dari Pelabuhan Bakauheni menuju ke Pelabuhan Merak Banten. Belum ada informasi terkait pengurangan jumlah kapal yang beroperasi di Selat Sunda bahkan berdasarkan data yang terpasang di display pengumuman loby pembelian tiket saat ini kapal yang beroperasi mencapai sekitar 27 kapal Roro untuk melayani pelayaran di lintasan Selat Sunda.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...