Banjir di Kota Sampang Rendam Tiga Desa dan Dua Kelurahan

SELASA, 20 DESEMBER 2016

SAMPANG — Bencana banjir yang melanda Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, pada hari Selasa (20/12/2016), rupanya merendam sebanyak tiga desa dan dua kelurahan daerah setempat. Namun, ketinggian air yang merendam daerah tersebut tidak sebesar seperti kejadian pada sebelumnya. Dari lima daerah yang direndam banjir kali ini merupakan desa dan kelurahan yang ada di sekitar Kota Bahari, di antaranya Desa Pasean, Panggung, Gunung Maddah, sedangkan untuk dua kelurahan yaitu Kelurahan Rong Tengah dan Dalpenang. Daerah yang saat ini terendam terletak di dataran yang cukup rendah sehingga meski terjadi hujan dengan kapasitas yang rendah, daerah tersebut memang seringkali menjadi langganan banjir.

Suasana banjir yang melanda Kota Sampang dan sekitarnya.

“Banjir yang terjadi kali ini telah merendam lima daerah, yaitu tiga desa dan dua kelurahan. Maka, walaupun banjir kali ini tidak begitu besar dibanding dengan sebelumnya, masyarakat harus tetap waspada, khawatir masih terjadi hujan yang menyebabkan ketinggian air semakin bertambah,” kata Wisnu Hartono, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Selasa (20/12/2016).

Disebutkan, ketinggian air yang menggenangi tiga desa dan dua kelurahan yang ada di daerah ini mencapai 30-50 centimeter, tetapi masing-masing desa dan kelurahan yang terendam ketinggian airnya tidak sama. Namun, apabila saat puncak hujan nantinya ketinggian air tersebut kemungkinan besar bertambah, sebab air yang dari wilayah utara sudah masuk secara keseluruhan ke daerah yang memang menjadi langganan banjir.

“Bencana banjir ini terjadi akibat luapan Kali Kamoning pasca hujan yang terjadi di wilayah utara pada Minggu (18/12/2016) dengan waktu yang cukup lama. Akibatnya, jalan dan rumah di daerah ini banyak yang terendam,” jelasnya.

Pihaknya berharap, banjir yang terjadi kali ini tidak berjalan lama sehingga dalam waktu dekat dapat segera surut. Supaya aktivitas masyarakat yang menjadi dampak banjir tersebut kembali normal.

Jurnalis: M. Fahrul / Editor: Satmoko / Foto: M. Fahrul

Lihat juga...