JUMAT, 9 DESEMBER 2016
MALANG — Berlokasi di Gelanggang Olahraga (GOR) Ken Arok, ajang tahunan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Malang Open VIII kembali dihelat Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) di kota Malang. Sebanyak 1120 peserta dari 17 kota/kabupaten di 5 provinsi turut mengikuti Kejurnas yang memperebutkan piala Wali Kota dan DPRD kota Malang tersebut. Kelima provinsi tersebut, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Papua.
![]() |
| Ketua FORKI Malang, Priyatmoko Oetomo, menjelaskan jumlah peserta Malang Open tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. |
“Kejuaraan Malang Open tahun ini mempertandingkan dua klasifikasi: klasifikasi pelajar Malang Raya dengan 461 peserta dan klasifikasi Kejurnas kelompok umur dengan 659 peserta. Sedangkan total kelas yang dilombakan sebanyak 1285 kelas,” jelas Ketua FORKI kota Malang, Priyatmoko Oetomo, Jumat (9/12/2016).
Menurutnya, jumlah peserta Kejurnas Malang Open tahun ini memang lebih sedikit daripada tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan jadwal Kejurnas yang bersamaan dengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) untuk anak sekolah.
![]() |
| Para peserta Malang Open dari sejumlah provinsi di Indonesia. |
“Selain itu, banyaknya kejuaraan karate tiap minggunya khususnya di Jawa Timur turut mempengaruhi berkurangnya peserta Kejurnas,” akunya. Namun begitu. ia tetap optimis Malang open tahun ini tetap berjalan seru dan meriah meskipun pesertanya berkurang.
Lebih lanjut Priyatmoko juga mengatakan, tujuan diadakannya Kejurnas Malang open ke-8 untuk mencari bibit sekaligus ajang pembinaan terhadap atlet karate muda.
“Malang open adalah sebagai ajang pembibitan sekaligus pembinaan kepada atlet karate usia dini sehingga nanti ke depannya mereka mampu mengukir prestasi baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional,” pungkasnya.
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq
