44 Karya Seni Ramaikan Pameran di UB Malang

SENIN, 12 DESEMBER 2016
 
MALANG — Puluhan karya seni mahasiswa dan dosen program studi Seni Rupa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) serta para seniman lokal Malang, sejak kemarin hingga Sabtu mendatang (11-18/12/2016) dipamerkan dalam gelaran pameran Dedicated Aesthetic di Aula FIB UB. Pameran yang sudah kali kedua dihelat tersebut, mengambil tema Rambate Rata Hayo atau lebih dikenal sebagai ajakan bergotong royong dengan semangat kebersamaan.

Pengunjung yang datang mengapresiasi karya yang dipamerkan FIB UB Malang.

“Tema tersebut diambil mengingat prodi seni rupa FIB masih tergolong baru di UB sehingga dibutuhkan semangat kebersamaan untuk membangun relasi dengan agen-agen kebudayaan di Malang raya,” jelas Wakil Ketua Pelaksana, Romy Setiawan, kepada Cendana News, Senin (12/12/2016).

Ia menambahkan, dengan adanya semangat kebersamaan, secara otomatis hubungan antarseniman, institusi, lembaga kebudayaan, lembaga pendidikan, maupun akademisi seni bisa terjalin lebih erat lagi.

Romy juga menyebutkan, dalam penyelenggaraan yang kedua, pameran Dedicated Aesthetic tidak hanya menampilkan karya seni dari para dosen dan mahasiswa, tetapi juga menghadirkan karya seni dari para seniman di Malang raya.

Sebagian karya yang dipamerkan dalam pameran bertajuk Dedicated Aesthetic.

“Jika penyelenggaraan sebelumnya hanya memamerkan karya dari dosen dan mahasiswa, kali ini kami sengaja menghadirkan karya dari para seniman inspiratif dari Malang dan Batu dengan harapan karya mereka bisa menjadi referensi bagi mahasiswa untuk ke depannya,” jelasnya.

Ia menyampaikan, ada empat bentuk seni yang ditampilkan dalam gelaran pameran dua tahunan tersebut, yakni seni lukis, seni instalasi, seni grafis, dan seni serat.

“Total ada 44 karya seni yang dipamerkan yang terdiri dari 14 karya dari seniman tamu, 7 buah karya dari dosen, dan lainnya merupakan hasil karya dari para mahasiswa prodi Seni Rupa FIB UB,” ungkapnya.

Lebih lanjut Romy mengatakan, nantinya karya-karya seni dari mahasiswa ini akan dipilih juri menjadi lima nominasi karya terbaik. Kemudian, dari lima nominasi tersebut akan dikerucutkan lagi menjadi dua nominasi karya terbaik yang akan ditentukan melalui sistem polling pengunjung.

“Kedua nominasi yang terpilih akan mendapatkan sertifikat dan beberapa hadiah lainnya,” ucap Romy.

Menurutnya, melalui ajang pameran Dedicated Aesthetic ia berharap, bisa menyiapkan lulusan yang memiliki semangat berkarya tinggi. Sehingga meskipun nantinya setelah lulus kuliah tidak menjadi seniman, tetapi mereka harus tetap berkarya.

“Walaupun nantinya tidak jadi seniman, kami berharap semangat mereka untuk berkarya tidak tenggelam karena berkarya adalah yang paling  utama,” harapnya.

Sementara itu, di hari kedua, selain pameran, juga diadakan workshop cat air oleh seniman Dadang Rukmana.

“Pada 13 dan 14 Desember juga akan ada acara sarasehan dan workshop pensil warna,” tutupnya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Satmoko / Foto: Agus Nurchaliq

Lihat juga...