JUM’AT, 21 OKTOBER 2016
SURABAYA — Dalam ajang Pameran Produk Indonesia (PPI) yang digelar Kementrian Perindustrian (Kemenperin) di Grand City Surabaya menampilkan berbagai produk dari industri alat dan mesin pertanian (Alsintan) dan alat-alat kedokteran dan laboratorium pada (20-23/10/2016). Selain itu, terdapat pula stan-stan makanan dan minuman.

Salah satu stan yang unik ialah stan Warkop Bugil yang memamerkan produk minuman kopi dari biji kopi pilihan. Nama ‘Bugil’ disini bukan berarti orang yang menual atau pemiliknya bugil alias telanjang dalam melayani konsumennya.
Warkop Bugil merupakan nama sebuah kedai kopi yang beralamat Jl. Bogowonto EL-11 Wisma Tropodo- Waru. Pemilik kedai ini merupakan anak ‘ragil’ atau anak bungsu dari tujuh bersaudara yang telah membuka kedai sejak Januari 2014 silam.
“Makanya diambil nama Warkop Bugil. Itu merupakan singkatan dari Warung Kopi Bung Ragil,” kata pemilik kedai, Budiono saat diwawancarai cendananews di stan miliknya pada ajang PPI 2016.

Bugil disini, lanjut Pak Nono sapaan akrab Budiono, memang artinya telanjang. Tapi tidak telanjang dalam arti sebenarnya melainkan memiliki filosofi yang dalam. Yakni sebagai manusia kita harus berani apa adaya tidak ada yang ditutup-tutupi. Kalau memang salah katakana salah, kalau memang bersih katakan bersih.
“Kalaupun memang ada yang kotor alangkah baiknya segera dibersihkan. Tetapi dilihat dulu yang kotor apanya. Kalau yang kotor badannya masa yang mau dibersihkan pikiranya. Begitu pula kalau yang kotor pikiranya, masa yang mau dibersihkan badannya. Yang jelas harus pintar-pintar menempatkan diri,” tukasnya.
Stan Warkop Bugil tempatnya memamerkan minuman kopi terlihat ramai didatangi pengunjung pameran yang penasaran dengan nama stan ini. Salah satunya Putri. Pengunjung yang satu ini mengatakan bahwa ia penasaran kenapa diberi nama ‘bugil’.

“Penasaran saja datang ke stan Warkop Bugil ini. Soalnya unik namanya. Terus saya tadi juga tanya-tanya ke pemiliknya kenapa diberi nama demikian. Pemiliknya menjelaskan dengan ramah,” katanya.
Pengunung lain mengatakan hal yang senada. Reksa namanya. Ia mengatakan selain penasaran dengan nama ‘Bugilnya’ juga ingin merasakan sensasi nikmannya kopi yang dibuat. “Tadi sudah mencoba minum kopinya. Rasanya enak dan kuat sekali aroma kopinya,” ujarnya.
Setiap cup seduhan kopi, peracik kopi di Warkop Bugil ini memiliki racikan khusus. Dalam meracik kopi pun dibutuhkan perbandingan yang pas antara kopi dengan air. Perbandigan yang biasa dipakai yakni 1 : 10 atau 1: 12. Artinya, setiap 1 gram kopi akan dilarutkan dalam air sebanyak 10 ml atau 12 ml. Kemudian air yang digunakan pun tidak mendidih 100 derajad celcius melainkan hanya kisaran 83-95 derajad celcius.
Jurnalis : Nanang Wp / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Nanang Wp