Alat Semi Manual Tanam Biji Jagung Cukup Diminati Konsumen

JUM’AT, 21 OKTOBER 2016

SURABAYA — Alat pertanian kian lama makin mengalami perkembangan dan inovasi. Salah satu contohnya yakni alat tanam biji jagung. Dahulu sebelum ada alat ini, para petani menanam biji jagung masih sangat sederhana. Dari mulai membuat lubang tanam dan menentukan jarak tanamnya. Kemudian baru setelah itu biji jagung dimasukan pada tiap lubang tanam.
Dengan memanfaatkan alat tanam biji jagung semi manual petani jagung akan makin terbantu dan efisien. Pasalnya, dengan menggunakan alat tersebut petani hanya perlu memasukkan biji jagung kedalam alat. Selanjutnya, alat didorong di atas lahan yang sudah disiapkan, maka secara otomatis alat tersebut akan membuat lubang tanam yang sudah teratur jarak tanamnya. Selanjutnya, biji jagung akan masuk melalu lubang pada alat tersebut ke dalam lubang tanam yang dibuat.
Pada ajang Pameran Produk Indonesia (PPI) yang digelar oleh Kementrian Perindustrian di Grand City Surabaya mulai (20-23/10/2016) ini, terpajang alat tanam biji jagung tersebut. Sebab, acara yang bertajuk ‘Bangga menggunakan produk Indonesia. Industri Indonesia, Industri hebat’ ini memang memamerkan alat dan mesin pertanian (Alsintan) serta alat-alat kesehatan  laboratorium dari berbagai industri di Indonesia.
Menurut marketing dari salah satu industri alsintan di Bogor, Asep Ridwan menuturkan bahwa peminat dari alat semi manual tanam biji jagung ini kebnaykan dari luar pulau Jawa. Seperti daerah Sumatra, Padang dan Lampung. “Perusahaan tempat saya bekerja selalu mengikutsertakan alat tanam ini dalam setiap event pameran. Kalau tidak salah sudah delapan kali alat ini dipamerkan,” tukasnya.
Harga per unit alat ini, lanjutnya, sebesar Rp. 2,5 juta rupiah. Rata-rata per bulan penjualan alat ini sekitar 100 unit. Berat dari alat ini sekitar 10 kg dengan efisiensi 0,4 Ha per hari. Jarak tanam yang otomatis akan dibuat oleh alat ini yakni 17 cm dengan kedalaman tanam 6-8 cm. Benih yang bisa tanam 1-3 biji per lubang.
“Sebenarnya tidak hanya untuk biji jagung, tapi juga bisa untuk kedelai. Makanya petani lumayan meminati alat ini karena lebih efesien,” terangnya. 


Jurnalis : Nanang Wp / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Nanang Wp

Lihat juga...