Ketua DPP IKAPPI : 30 Juta Masyarakat Indonesia Menggantungkan Hidupnya di Pasar Tradisional

SABTU, 29 OKTOBER 2016

JAKARTA — Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKKAPII) yang selama ini dikenal sebagai salah satu organisasi independen yang sangat peduli terhadap nasib dan masa depan para pedagang pasar tradisional tersebut saat ini sedang melangsungkan acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke IV di Jakarta.
Berdasarkan pantauan langsung  Cendana News, Rapimnas ke IV IKKAPI tersebut berlangsung di Ballroom Cempaka II, Hotel Grand Cempaka, Jalan Letnan Jendral Soeprapto, Kecamatan Cempaka  Putih, Jakarta Pusat. Acara dimulai pada sekitar pukul 11:00 WIB, diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
Acara Rapimnas ke IV IKKAPI di Jakarta tersebut dihadiri secara langsung oleh Abdullah Mansuri, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKKAPI beserta seluruh jajaran pengurus dan perwakilan IKKAPI maupun Anggota IKKAPI dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia.
Selain itu dalam acara Rapimnas tersebut juga turut mengundang perwakilan dari empat Kementrian, antara lain dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementrian Perdagangan (Kemendag) dan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Abdullah Mansuri, Ketua DPP IKKAPI dalam sambutan pidatonya mengatakan “alhamdulilah tak terasa 11 tahun sudah IKKAPI berkiprah malang melintang berjuang bersama-sama dengan para pedagang pasar, khususnya pasar tradisional untuk memperjuangkan kelangsungan hidup dan eksistensi dalam menghadapi persaingan di era global yang semakin lama semakin ketat” katanya di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu siang (29/10/2016).
“Menurut data yang kami himpun dari berbagai sumber, diperkirakan kurang lebih sekitar 30 juta masyarakat kita selama ini telah menggantungkan hidupnya dengan berjualan dan berdagang di pasar-pasar tradisional yang tersebar di seluruh Indonesia, mereka tetap bertahan dan optimis meskipun di tengah keterbatasan terutama terkait dengan sarana dan prasarana infrastruktur yang kurang mendukung dan masih jauh dari layak” demikian kata Abdullah Mansuri di Jakarta.


Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Eko Sulestyono

Lihat juga...