Lomba Penulisan Skenario Film, Masih Jarang Digelar

SABTU, 29 OKTOBER 2016

BANDUNG — Perkembangan dunia film di Indonesia cukup pesat. Itu ditandai dengan kehadiran komunitas-komunitas film di setiap daerah. Sutradara Aditya Gumay menilai, disamping meningkatkan kemampuan teknis, sineas muda juga harus melengkapi diri kemampuan penulisan skenario yang baik. Sehingga mampu membuat cerita dengan dramaturgi yang berkualitas.

“Karena terkadang meraka memiliki kemampuan teknis pengambilan gambar yang sudah berkembang dengan baik, tapi ketika ceritanya kemudian menjadi hambar atau plotnya kurang menarik film juga jadi tidak menarik kalau ditonton,” ujar Aditya.
Menurutnya, perlu ada pelatihan-pelatihan khusus penulisan skenario untuk mendongkrak kemapuam sineas muda. Juga tak melulu hanya menggelar festival atau lomba film pendek saja. 
“Tapi lebih banyak lagi membuat lomba penulisan skenario untuk film pendek, ketika ada pemenang jadi dipersilahkan untuk menggarap filmnya,” katanya.
Memang lomba semacam itu menurutnya sangat jarang digelar di Indonesia. Terakhir yang ia tahu lomba penulisan skenario digelar lima tahun lalu. 
“Saya terakhir menjadi juri lomba penulisan skenario nasional itu tahun 2011, habis itu tidak ada lagi sampai sekarang saya belum pernah dengar,” ungkapnya.
Dikatakan, untuk urusan teknis maupun memahami peralatan pembuatan film lebih mudah didapatkan. Sebab berbagai kampus, sekolah maupun tempat kursus pembuatan film sudah pasti memberikan ilmu itu.
“Dan kemampuan teknis itu semakin bagus, saya melihat dengan kamera-kamera yang sederhana mereka (sineas muda) bisa memaksimalkannya. Namun kembali lagi, jika tidak diimbagi dengan penulisan skenario yang baik karyanya juga akan kurang baik,” pungkasnya. 

Jurnalis : Rianto Nudiansyah / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Rianto Nudiansyah

Lihat juga...