Jawab Roda Ekonomi, Perbaiki Infrastruktur Jalan di Perbatasan RI-PNG

SABTU, 29 OKTOBER 2016

KEEROM — Untuk menjawab roda perekonomian di Distrik Waris yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea (PNG), maka infrastruktur jalan harusnya diperbaiki. Hal tersebut ditegaskan Kepala Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Elci Meho kepada tim Cendana News, Sabtu (29/10/2016).

Menurut Elci, pengaktifan pos pelintas batas Negara, lanjutnya dapat juga meramaikan teras Negara Indonesia yang ada di Kabupaten Keerom ini, salah satunya pasar batas, jasa transportasi dan lainnya. Semua itu, menurutnya dapat meningkatkan roda ekonomi perbatasan, khusnya masyarakat setempath.
Untuk memperlancar hal itu, maka infrastruktur seperti jalan menuju perbatasan inilah yang paling utama, agar memudahkan angkutan umum masuk keperbatasan, kata Elci.
Dikatakan Elci, terdapat delapan kampung dibawah administrasi Distrik Waris dan sebagian besar masyarakat di distrik Waris sehari-harinya bercocok tanam dan lainnya. Sehingga, jalan penghubung antar kampung harus diperbaiki maupun dibangun.  Kalau jalannya bagus, aktifitas masyarakat di perbatasan pasti lancar, ujarnya.
Kemarin, dikatakan Elci, Jumat (28/10/2016) pertama kali dilakukan upacara bendera memperingati hari Sumpah Pemuda dan itu mengundang perhatian tersendiri bagi warga PNG yang bertetanga dengan Distrik Waris.
kalau dilakukan setiap tahun, tujuannya agar semua masyarakat Indonesia terutama warga di PNG yang berbatsan langsung dengan Distrik Waris dapat merasakan hal yang sama seperti pengobatan gratis dan lainnya, dikatakan Elci.
Kurang lebih 3.119 penduduk mendiami Distrik Waris, menurutnya, sehingga distrik ini masih dibutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat hingga kabupaten. “Daerah perbatasan ini menjadi prioritas uluran tangan pemerintah dijadikan teras Negara yang layak dan baik, ujarnya.
Setiap hari ia dan masyarakat melihat pelintas batas masuk tanpa ijin resmi, dimana mereka kebanyak membawa hasil kebun mereka seperti buah coklat dan lainnya masuk ke Negara Indonesia. “Mereka datang jual ke distrik (Waris) kami, sehingga kedepan pihak Imigrasi Custom harus diaktifkan didarah perbatasan ini, agar meminimalisir segala kejahatan, kata Elci.
Sementara itu, Kapolsek Waris Iptu Lakai mengaku di Waris perbatasan RI-PNG banyak pelintas batas illegal dan juga masih banyaknya jalan-jalan tikus lebih dari PNG ke Indonesia maupun sebaliknya. Disini masih tinggi peredaran narkotika jenis ganja, karena masih mudah masuk dari PNG ke Indonesia, kami terus melakukan kerjasama dengan TNI khususnya Satgas Pamtas yang ada, kata Iptu Lakai.


Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Indrayadi T Hatta

Lihat juga...