Aditya Gumay : Film Indonesia Mampu Mendunia Bila Mengangkat Kearifan Lokal

SABTU, 29 OKTOBER 2016

BANDUNG — Sutradara film Aditya Gumay menilai karya Indonesa bisa bicara banyak di tingkat dunia andaikata mengangkat kearifan lokal. Identitas negeri ini, menurutnya cukup komplit, dimana memiliki banyaknya bahasa, suku dan kebudayaannya.
Mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) periode 2011-2016 ini menilai, jati diri bangsa Indonesia bisa menjadi nilai plus untuk sebuah karya film.
“Ketika kita muncul dengan mengangkat kearifan lokal pasti film-film kita diperhitungkan di tingkat dunia,” ujar Aditya. 
Hal tersebut seperti yang dilakukan sineas di Negara Iran, dengan mengangkat tema lokal bisa diperhitungkan dalam festival film setara internasional. Menurutnya, Indonesia bisa lebih dari itu.
“Karena selama ini yang menjadi barometer negara-negara dunia ketiga yaitu Iran, karya-karya mereka selalu dan diperhatikan di Oscar atau festival film lainnya,” jelasnya. 
Padahal ia mengklaim, teknik pembuatan film sineas-sineas Indonesia pun boleh diadu dengan film-film garapan Iran. Selain Sumber Daya Manusia (SDM), begitupula dengan teknologinya.
“Kalau kita amati film-film Iran itu secara kemampuan teknis tidak jauh beda dengan film-film Indonesia,” ungkap Sutradara Film ‘Emak Ingin Naik Haji’ ini.
Memang ia tak menampik, film-film garapan Hollywood dan Bollywood jelas lebih mendapat pengakuan besar. Namun dengan mengangkat kearifan lokal, sebuah film akan menyajikan tontonan yang memiliki keunikan tersendiri. 
“Ketika juri-juri festival itu melihat kearifan lokal tidak ada di tempat lain sehingga tidak bisa dibanding-bandinhkan dengan Hollywood atau India (Bollywood) ,” pungkasnya.


Jurnalis : Rianto Nudiansyah / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Rianto Nudiansyah

Lihat juga...