JAKARTA — Komisaris Polisi (Kompol) Effendi, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tangerang, Kota Tangerang, Banten, beserta 4 anak buahnya tiba-tiba diserang secara membabi-buta dengan senjata tajam berupa sebilah golok oleh seorang pria yang sebelumnya tidak dikenal pada sekitar pukul 07:30 WIB, Kamis pagi (20/10/2016).
Sementara itu, lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyerangan brutal dengan menggunakan senjata tajam tersebut tepatnya terjadi di Pos Polisi (Pospol) yang terletak di perempatan Yupentek, Cikokol, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Kepala Bidang Humas (Kabidhumas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Awi Setiono mengatakan “akibat penyerangan ini, Kompol Effendi beserta 4 anak buahnya mengalami luka-luka akibat terkena sabetan golok, saat ini mereka sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) terdekat” katanya ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (20/10/2016).
Sementara itu, seorang pria yang tak lain adalah pelaku penyerangan anggota kepolsian dengan menggunakan senjata tajam berupa golok tersebut akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan, setelah sebelumnya pelaku penyerangan sempat ditembak Polisi sebanyak tiga kali pada bagian paha dan kakinya.
Pada saat kejadian, Kompol Effendi beserta 3 anak buahnya memang sedang berpatroli dan singgah di Pospol tersebut dalam rangka mengamankan rencana unjuk rasa demo buruh. Belum lama berselang tiba-tiba seorang pria mendatangi Pospol tersebut dan langsung menyerang anggota polisi yang sedang beristirahat dengan menggunakan senjata tajam berupa sebilah golok secara brutal.
“Pada sekitar pukul 07:30 WIB, Kapolsek Tangerang, Kompol Effendi beserta 4 anggota kepolisian lainnya sedang berada di Pospol di perempatan Yupentek, Cikokol di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang, Banten, tiba-tiba didatangi seorang pria tak dikenal dan langsung menyerang anggota Polisi dengan menggunakan senjata tajam berupa sebilah golok, akibatnya 5 anggota Polisi mengalami luka-luka, sedangkan pelaku penyerangan berhasil diamankan” demikian penjelasan Kombes Pol. Awi Setiono di Jakarta.