YOGYAKARTA — Seiring tingginya intensitas hujan saat ini, para petani merasa direpotkan dengan merebaknya gulma yang tumbuh subur di sekitar tanaman utama. Gulma yang berupa rumput berbagai jenis begitu cepat tumbuh subur, sehingga mengganggu asupan makanan bagi tanaman utama.
Hujan yang datang lebih awal di wilayah DI Yogyakarta, membuat para petani yang telah terlanjur menanam palawija harus bekerja ekstra merawat tanamannya. Pasalnya, di tengah tingginya curah hujan di awal musim penghujan ini rumput begitu tumbuh subur dan bisa berdampak pada kualitas hasil tanaman utama.
Demikian dikatakan salah seorang petani di Desa Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Maryanto, saat ditemui di sela aktifitasnya melakukan penyemprotan gulma dengan obat pembasmi di ladang terungnya yang sebentar lagi panen, Kamis (20/10/2016).
Maryanto mengatakan, gulma yang terdiri dari berbagai jenis rerumputan begitu tumbuh subur dan merebak karena banyak air akibat turun hujan. Hampir setiap hari beragam jenis rumput cepat tumbuh lebat. Jika dibiarkan, katanya, beragam jenis rerumputan itu bisa mengurangi asupan unsur hara, air, cahaya dan ruang tumbuh tanaman utama.
Selain itu, lanjutnya, rerumputan yang lebat bisa menjadi perantara bagi merebaknya beragam virus yang membahayakan tanaman utama. Terlebih bagi tanaman cabe, yang sangat rentan terhadap virus. Karenanya, gulma harus senantiasa dibasmi.
Untuk itu, Maryanto melakukannya dengan cara penyemprotan. Kendati cara itu membutuhkan sedikit biaya obat dan sewa alat semprot, namun cara tersebut dinilai lebih efektif dan efisien. Pasalnya, jika dilakukan manual dengan mencabuti rumput atau penyiangan, akan membutuhkan waktu lama dan tenaga.
“Di musim hujan ini rerumputan sangat subur. Sekarang dicabuti, besok pagi sudah ada yang tumbuh lagi. Namun, dengan menyemprotnya dengan obat pembasmi gulma, rerumputan akan layu dan menguning, kemudian mati merata”, ujarnya.
Rumput yang lebat sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan keberhasilan dari tanaman utama. Bahkan, rumput yang dibiarkan tumbuh lebat bisa menyebabkan tanaman palawija mudah melemah sehingga mudah terserang penyakit.
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko