YOGYAKARTA — Memeriahkan Hari Sumpah Pemuda, Karang Taruna Sambisari Dusun Sambisari, Purwomartani, Kalasan Sleman menggelar festival seni budaya melibatkan pemuda-pemudi setempat, Sabtu (29/10/2016), malam. Festival seni digelar sebagai upaya membangun kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal yang kini dirasa kian ditinggalkan.
Rasa ingin memajukan dusun dan menggelorakan kembali semangat Sumpah Pemuda, Karang Taruna Sambisari bersama seluruh elemen masyarakat setempat secara swadaya menggelar festival musik dan budaya di komplek Candi Sambisari, dusun setempat. Gelar festival musik dan budaya bertajuk Membangun Persatuan dan Kesatuan Serta Kemandirian Pemuda, sengaja diigelar guna merekatkan kembali semangat kebersamaan pemuda pemudi dalam memajukan desa.
Ketua Karang Taruna Sambisari, Paiman, di sela jalannya acara menjelaskan, festival musik dan budaya dipilih karena selama ini generasi muda semakin meninggalkan tradisi dan budayanya sendiri.
“Kita ingin dengan mengadakan festival musik dan budaya melibatkan warga dari usia anak-anak, remaja hingga orang tua, di hari peringatan sumpah pemuda ini, semangat kebersamaan dan kecintaan kepada tradisi bangsa sendiri bisa tumbuh dan bergelora di jiwa para pemuda,”jelas Paiman.
Paiman dan M Yudhi Arifin
Festival musik dan budaya melibatkan anak-anak, remaja dan orangtua digelar sejak sore dengan beragam pentas seni tradisional seperti tari-tarian dan lagu yang dibawakan oleh anak-anak dan remaja. Sementara itu pada malam harinya digelar pentas budaya yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal, seperti macapatan, solawatan jawa, hadroh, dan qasidah.
Sekretaris Umum Karang Taruna Sambisari, Muhammad Yudhi Arifin menambahkan, semua pentas seni dibawakan oleh warga setempat yang sejak dulu memang telah menjadi kekayaan seni budaya lokal setempat. Festival ini pun, katanya, juga digelar sebagai upaya melestarikan beragam kesenian dan tradisional setempat yang beberapa waktu ini sempat vakum.
“Dengan momentum hari sumpah pemuda ini kita ingin menghidupkan lagi semua potensi lokal itu. Apalagi dengan keberadaan dusun kami yang terdapat sebuah situs purbakala berupa Candi Sambisari, kami berharap potensi seni yang ada bisa meningkatkan kunjungan wisata yang pada akhirnya akan berdampak kepada meningkatnya kesejahteraan warga sekitar,” ungkapnya, sembari mengimbuhkan lagi, jika ke depan pihaknya pun akan segera merintis desanya menjadi desa wisata.
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Koko Triarko