Menteri Perhubungan Berjanji Pelabuhan Laurens Say Diperpanjang

SABTU, 29 OKTOBER 2016

MAUMERE — Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, Sabtu (29/10/2016) sekitar pukul 17.30 WITA tiba di bandara Frans Seda Maumere menumpang pesawat kementrian Perhubungan King Air B200 GT. Kedatangan menteri tersebut terlambat dua jam dari jadwal semula sebab sebelumnya menteri berkunjung ke pelabuhan Tenau Kupang dan Atambua.
Usai mendarat rombongan menteri Perhubungan bersama Dirjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan, Dirtu Pelindo III serta Karo Komunikasi dan Publikasi langsung bergegas meninjau pelabuhan peti kemas Laurens Say yang sedang dibangun.
Kepada media di lokasi pelabuhan menteri Perhubungan mengatakan, semua pergerakan barang keluar masuk untuk kawasan pulau Flores nantinya akan dipusatkan di pelabuhan Laurens Say Maumere.
“Kita akan klasifikasi dimana Labuan Bajo khusus wisata sementara Maumere harus jadi pelabuhan barang untuk pulau Flores,” ujarnya.
Kondisi pelabuhan Laurens Say saat ini kata Budi, dalam setahun melayani angkutan peti kemas sebanyak 19 ribu TEUs sehingga pelabuhan akan ditingkatkan panjangnya dari 60 meter menjadi 100 meter.
“Menurut keterangan kedalaman lautnya lebih bagus sehingga sangat potensial dibangun pelabuhan besar. Kami berencana secara sistematis menjadikan pelabuhan Laurens Say sebagai gerbang pebuhan barang untuk pulau Flores,” paparnya.
Memang pembangunannya pelabuhannya sebut Budi, dilakukan secara bertahap namun Kementrian Perhubungan tetap akan melaksanakan pembangunan dan pemda Sikka juga harus mendukungnya.
General Manager Pelindo III Cabang Maumere,Ardhy Wahyu Basuki pun mengamini hal ini saat ditanyai Cendana News. Tahun 2015 beber Ardhy, tercatat total peti kemas yang masuk ke pelabuhan Laurens Say sebanyak 18.901 TEUs.
Jumlah ini sebutnya, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 18.482 TEUs. Pertumbuhannya berkisar antara dua sampai sampai persen setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan tren peningkatan sebab pengangkutan barang menggunakan peti kemas lebih efisien.
Komoditas barang yang masuk dan dibongkar di Pelabuhan Laurens Say mayoritas berisi sembako, sedangkan hasil produk yang dimuat dan dikirim ke luar daerah papar Ardhy, kebanyakan hasil bumi seperti kakao, kemiri, kacang mente, pisang, kopra dan hasil laut seperti ikan segar.
“Pada tahun 2016 terjadi peningkatan untuk peti kemas ukuran 40 feet, sedangkan peti kemas berukuran 10 feet sudah hampir tidak ada dan mayoritas petikemas yang masuk atau keluar dari pelabuhan Laurentius Say rata-rata berukuran 20 feet, “ papar Ardhy.
Disaksikan Cendana News saat tiba di pelabuhan Laurens Say, Menteri Perhubungan langsung meninjau dermaga dan berbincang bersama wakil bupati Sikka, GM Pelindo III cabang Maumere serta kepala Pelni Maumere dan kepala KSOP Laurens Say Maumere.
Tak sampai 20 menit rombongan menteri pun kembali ke bandara Frans Seda dan beristirahat 10 menit di ruangan VIP bandara dan langsung bertolak menuju Labuan Bajo kabupaten Manggarai Barat tepat pukul 18/15 WITA.

Jurnalis : Ebed de Rosary / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary

Lihat juga...