YOGYAKARTA — Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan di tengah situasi harga pangan dunia yang terus mengalami fluktuasi, sudah seharusnya kebijakan Pemerintah diarahkan untuk memperkuat kedaulatan pangan. Selain itu pula, sebagai negara yang subur, tidak semestinya Indonesia bergantung kepada impor bahan pangan. Untuk itu, dibutuhkan upaya berkesinambungan, guna membangun swasembada di bidang pertanian.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Hediati Soeharto dalam kunjungan kerja bertajuk Sambung Roso Makaryo Mbangun Deso di Kantor Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Dusun Barongan, Jetis, Bantul, Jumat (29/7/2016).
Dalam acara yang dikemas pula sebagai syawalan bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Bantul tersebut, dihadiri pula oleh Bupati Bantul, Kepala Dinas Pertanian Dan Kehutanan Bantul dan segenap Muspida setempat.
Dihadapan puluhan petani Bantul, Titiek mengatakan dalam sambutannya, jika Pemerintah terus melakukan upaya pengembangan di bidang pertanian, dengan melakukan berbagai langkah dan program-program pertanian, di antaranya dengan menambah lahan baru dengan cetak lahan seluas 1 Juta Hektar, pemberian bantuan bibit unggul, subsidi dan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Sementara itu guna memberikan kesejahteraan kepada petani, upaya perlu dilakukan tidak hanya dengan meningkatkan produktifitas pertanian, namun juga meningkatkan produktifitas per petani. Untuk itu, perlu terobosan manajemen usaha tani yang bisa memberikan efisiensi produksi usaha tani.
Dikatakan Titiek, peningkatan produktifitas petani antara lain bisa dilakukan dengan memberikan perlindungan kepada petani dengan menyediakan dan menyederhanakan penyaluran subsidi, memperkuat kelembagaan para petani, dan memberikan kesempatan kepada para petani untuk mengembangkan usaha pengolahan hasil pertaniannya, sehingga bisa menambah penghasilan para petani.
Dalam mencapai keberhasilan swasembada pangan, lanjut Titiek, Pemerintah pun telah menyetujui APBNP 2016 sebesar Rp. 27, 58 Trilyun yang dialokasikan untuk perbaikan irigasi tersier, bantuan benih, alsintan, pupuk, diklat teknis dan sebagainya. Sedangkan, Komisi IV DPR RI juga telah meminta kepada Kementerian Pertanian untuk memprioritaskan program-program yang bertujuan untuk mewujudkan kedaulatan pangan.
“Hingga kini, Pemerintah telah memberikan 50.000 traktor roda dua kepada petani di seluruh Indonesia”, ungkap Titiek.
Sementara itu, Bupati Bantul, Suharsono mengungkapkan, produktifitas padi di Bantul mencapi 7,8 Ton Per Hektar, dan masih mengalami surplus sebanyak 25.000 Ton. Jumlah tersebut, masih harus ditingkatkan karena semakin tingginya pula tingkat konsumsi beras di daerah Bantul.
Usai sambutan dalam acara Sambung Roso Makaryo Mbangun Deso, Titiek Soeharto memberikan bantuan alsintan berupa 50 Unit Traktor Roda Dua kepada para petani di Bantul. Titiek berharap, berbagai bantuan tersebut bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya.