Soroti Pembelian Mobil Dinas SKPD Kota Malang, MCW Gelar Aksi Damai

JUMAT, 10 JUNI 2016

MALANG — Besarnya anggaran pengadaan kendaraan dinas Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) kota Malang yang harus di keluarkan setiap tahunnya dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, mendapat sorotan tajam dari aktivis Malang Corruption Watch (MCW). Dengan membawa berbagai tulisan dan replika mobil dinas, Jumat (10/6/2016) mereka menggelar aksi damai di depan kantor Balai Kota Malang.

Dalam aksinya, aktivis MCW mengkritisi meningkatnya penganggaran belanja kendaraan dinas SKPD kota Malang yang menurut mereka tidak berdampak signifikan terhadap masyarakat, terutama untuk perbaikan pelayanan publik.
“Dari tabulasi anggaran yang kami peroleh dalam kurun waktu tahun 2014-2016, hampir semua SKPD menganggarkan kendaraan dinas dengan total anggaran mencapai hampir 40 Milyar Rupiah. Angka tersebut berbanding terbalik dengan anggaran penanggulangan gizi buruk dari tahun 2014-2016 yang hanya 15 Milyar Rupiah,” ungkap Arif Ramadhan, koodinator aksi.
Oleh karena itu, melalui aksi damai ini kami ingin merekomendasikan lima hal yaitu:
1.   Pemkot Malang menghentikan pembelian mobil dinas yang tidak relevan dengan kebutuhan               masyarakat.
2.   Pemkot Malang mengembalikan penggunaan APBD untuk kepentingan publik, bukan untuk               kepentingan internal pejabat.
3.   Meminta DPRD kota Malang agar membatalkan dan menghapus belanja mobil dinas pada saat           PAK APBD tahun ini.
4.   Meminta Wali kota Malang untuk merealisasikan visi misi peduli wong cilik secara realistis.
5.   Meminta agar aparat penegak hukum untuk mengusut segala bentuk penggelapan dan                           penyelewangan mobil dinas.
Sementara itu, aksi yang berjalan selama kurang lebih satu jam ini di akhiri dengan melemparkan replika mobil dinas di halaman Balai Kota Malang.(Agus Nurchaliq)
Lihat juga...