Jual Kelapa Muda di Bulan Puasa, Matilde Raup Keuntungan Berlipat

SABTU, 11 JUNI 2016

SEKITAR KITA — Maria Matilde, warga desa Nelle Lorang kecamatan Nelle kabupaten Sikka,setiap tahun di bulan puasa hingga Idul Fitri selalu berjualan kelapa muda.

Maria Matilde sedang melayani pembeli kelapa muda.
Seiap hari Matilde membawa 50 sampai 100 buah kelapa muda yang dibelinya dari petani di kecamatan Nelle.Kelapa tersebut dimasukan ke dalam karung plastik bekas dan diangkut menggunakan ojek sepeda motor dengan upah 10 ribu rupiah.
Setiap sore Matilde beranjak dari rumahnya menuju tempat jualannya di pinggir trotoar jalan Anggrek Perumnas Maumere sejauh sekitar 8 kilometer. Mulai berjualan pukul 15.30 WITA hingga 19.00 WITA Matilde bisa meraup untung 100 samai 300 ribu rupiah.
Kalau hari Minggu atau ada kegiatan hiburan, Matilde juga menjual kelapa muda namun untungnya paling banyak 50 ribu rupiah. Kelapa muda dibelinya dari petani di Nelle dengan harga 3 buah 10 ribu rupiah. Kelapa tersebut dijual Matilde 5 ribu sampai 10 ribu rupiah sebuahnya.
“Kemarin laku 100 buah,saya bisa dpaat untung 300 ribu rupiah,” tutur Matilde saat ditemui Cendana News, Jumat (10/6/2016) sore di tempat jualannya.
Gardiana Nona mengakui membawa 35 buah kelapa muda dan saat ditemui Cendana News kelapa mudanya sudah ludes terjual sejak pukul 16.30 wita.Sementara Matilde saat ditanyai mengaku baru 
terjual 50 buah.
“Saya paling banyak bawa 50 buah tapi kalau kelepa muda banyak terkadang bisa bawa 100 buah,” terang Nona. Nona mengakui setiap tahun selalu berjulan di pinggir jalan inikarena sudah dikenal masyarakat. Kalau hari biasa sebutnya, hampir tidak ada yang beli sehingga dirinya bersama dua temannya hanya menjual saat hari raya.
“Paling ramai saat bulan puasa. Kalau ada kegiatan atau saat 17 Agustus atau pertandingan bola kami juga jual tapi paling banyak laku 5 buah,” tambah Nona.
Para pembeli sedang mengantri membeli kolak dan kelapa muda..
Cuma terdapat 3 orang yang selalu setia setiap tahun berjualan kelapa muda di tempat ini. Jika tidak laku kelapa muda di titip di toko buku Nurul Ilmu tanpa dibayar. 
“Keesokan harinya baru kami mengambil kembali kelapa tersebut untuk dijual kembali,’ jelas Nona.
Persis berdekatan dengan para penjual kelapa muda,di sebalah barat terdapat penjual kolak dan es buah beratapkan payung yang juga ramai disambangi pembeli.
Pembeli bisa makan kelapa muda di tenpat jualan di pinggir trotoar ini namun banyak pembeli yang membawanya pulang ke rumah. Kadang kala tambah Nona, ada juga yang beli banyak buat buka puasa bersama.
“Biasanya kalau kami bawa 50 buah seorang sering habis sehingga kadang saya bisa bawa 100 buah dan habis terjual,” jelas Matilde.
MuhammadArifin salah seorang pembeli yang ditemui Cendana News mengakui terkadang dua hari sekali dirinya selalu membeli kelapa muda di tempat ini.
Bagi Arifin, daripada membeli minuman kaleng penambah stamina lebih baik membeli kelapa muda yang masih belum dikupas karena airnya bisa membuat segar setelah seharian berpuasa.
“Kelapa muda bisa mengembalikan cairan tubuh yang hilang apalagi harganya hampir sama dengan minuman kaleng yang isinya sedikit saja,” tutur Arifin. (Ebed de Rosary)
Lihat juga...