SELASA, 3 MEI 2016
LAMPUNG — Kerusakan jalan ruas penghubung antara Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Lampung Timur mulai diperbaiki dengan mengganti batang kelapa yang mulai rusak. Perbaikan ruas jalan tersebut mengakibatkan pengguna kendaraan harus menggunakan jalan alternatif. Kendaraan berbagai jenis termasuk kendaraan bertonase besar bahkan melintasi jalan antar kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan yang mengakibatkan kerusakan semakin parah.

Beberapa titik jalan yang terimbas kerusakan akibat penggunaan jalur alternatif tersebut diantaranya dari Desa Bumijaya Kecamatan Candipuro penghubung Kecamatan Sidomulyo. Kerusakan diantaranya aspal jalan yang amblas, retak dan penuh lubang yang dipenuhi kubangan air saat musim hujan tiba.
“Meski hanya beberapa waktu lamanya selama perbaikan jembatan yang putus akibat diganti dengan batang kelapa tersebut mengakibatkan jalan di Kecamatan Sidomulyo yang semula bagus ikut menjadi rusak,”terang salah satu warga Sidomulyo, Ahmad, saat ditemui Cendana News, Selasa (3/5/2016).
Ahmad mengakui kerusakan jalan semakin parah setelah beberapa bulan ini memasuki masa panen padi dan jagung. Puluhan truk pengangkut komoditas pertanian yang tidak memiliki pilihan jalan lain terpaksa melewati jalan yang berimbas pada kerusakan semakin parah. Warga juga tidak bisa mencegah kendaraan bertonase besar pengangkut hasil panen karena tidak ada jalur lain yang bisa digunakan.
“Jalan ini kan penghubung antar kabupaten dan jika ingin menggunakan jalan lain maka harus memutar sangat jauh sehingga mau tak mau melewati jalan desa meski berdampak kerusakan,”ungkapnya.
Ia berharap perbaikan jembatan secara permanen segera bisa dilakukan agar kerusakan tidak terus terjadi. Selain di ruas jalan tersebut, jalan penghubung Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Sidomulyo selama beberapa tahun selalu mengalami kerusakan. Meski telah dilakukan perbaikan namun akibat kurangnya pengawasan terhadap tonase kendaraan yang melintas berakibat kerusakan jalan tak bisa dihindari.
Jalur tersebut merupakan akses utama antar kabupaten dan penghubung antar jalan provinsi dan jalan nasional yang digunakan sebagai sarana mobilitas warga. Selain itu daerah Candipuro dan Sidomulyo yang merupakan kawasan pertanian dan kawasan perrdagangan menjadikan kawasan tersebut mengalami kerusakan jalan yang sangat cepat akibat kualitas perbaikan jalan yang tidak sempurna.
Warga juga mengaku sangat kecewa dengan penanganan kerusakan jalan provinsi yang dikerjakan dengan sistem tambal sulam dan selalu rusak setiap tahun bahkan beberapa bulan setelah perbaikan.
“Harusnya dilakukan sistem rigid semen meski panjangnya tidak menyeluruh namun khusus di titik tertentu yang berpotensi rusak karena selama ini dibangun dengan aspal dan selalu rusak,”ungkap Sodik warga Kota Dalam Sidomulyo.

Dampaknya, jalan beraspal yang rusak dan bergelombang mengakibatkan kerusakan pada kendaraan yang melintas seperti patah as pada truk pengangkut komoditas pertanian serta kendaraan roda dua milik warga. Warga sebagian menimbun menggunakan batu dan tanah seadanya untuk menutup lubang yang bertebaran di sepanjang jalan tersebut.[Henk Widi]