SELASA, 3 MEI 2016
YOGYAKARTA — Mahasiswi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Febi Kurnia (19), ditemukan meninggal di toilet Lantai 5 Fakultas MIPA UGM. Korban yang ditemukan malam kemarin, telah dilaporkan hilang sejak empat hari lalu. Kuat dugaan, korban meninggal karena dibunuh.
| Evakuasi mayat mahasiswi |
Warga Yogyakarta kembali dibuat heboh dan khawatir, menyusul ditemukannya sesosok mayat yang telah membusuk di ruang toilet Lantai 5 Fakultas MIPA UGM. Mayat ditemukan dalam keadaan terkunci dari dalam. Kronologi penemuan mayat tersebut berawal dari kecurigaan salah satu Petugas Satuan Keamanan Kampus UGM, Sutriyadi, yang mencium bau tak sedap di lokasi. Setelah dicari sumbernya pada petang kemarin, Sutriyadi bersama petugas keamanan kampus lainnya menemukan sumber bau tak sedap tersebut berada di ruang toilet lantai 5 yang terkunci dari dalam.
Bersama-sama para petugas keamanan kampus mencoba mendobrak pintu toilet, namun tak berhasil. Sutriyadi lalu mengintip dari lubang kunci dan terlihat ada sesuatu yang mencurigakan. Petugas keamanan kampus pun segera menghubungi polisi, dan dalam waktu singkat petugas Kepolisian Sektor Bulaksumur dan Kepolisian Daerah DI Yogyakarta tiba di lokasi.
Setelah dilakukan olah TKP, jenazah segera didibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito untuk diotopsi. Direncanakan, siang nanti hasil otopsi akan diumumkan oleh pihak rumah sakit.
![]() |
| Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Polisi Hudit Wahyudi |
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Polisi Hudit Wahyudi, dihubungi Selasa (3/5/2016) mengatakan, dari identitas dan sejumlah keterangan saksi-saksi, korban dipastikan bernama Febi Kurnia, mahasiswa jurusan Geofisika UGM asal dari Batam, Kepulauan Riau. Dari kondisinya, diperkirakan korban sudah meninggal empat hari lalu.
“Ada dugaan, korban ini meninggal karena dibunuh, dengan adanya semacam bekas luka jeratan di lehernya. Namun untuk kepastiannya, kita masih menunggu hasil otoposi”, pungkasnya. [Koko Triarko]
