Tak Hanya Ciptakan Robot Kaku, ITS Ciptakan Robot Tari

JUMAT, 13 MEI 2016

SURABAYA — Robot yang selama ini identik dengan sifat kaku dan kurang ramah diubah total oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya yang berhasil menciptakan robot yang bisa menari. Robot tari ini bisa menari sesuai dengan irama musik yang mengalun merdu. Tarian yang dibawakan adalah tarian topeng Betawi putri.
Dimana dua robot didandani seperti penari lengkap dengan topeng dan kostum. Saat musik mengalun, penari robot ini langsung bergerak mengikuti irama selama 3 menit 15 detik tepat dengan berakhirnya lagu. Salah satu anggota tim robot Vi-Rose (Victory Robot Seni), M. Ainur Farhad menjelaskan proses pembuatan robot ini selama 3 bulan.
“Kami melakukan persiapan sejak Februari dan siap tanding pada bulan Mei kemarin dalam tingkat regional di Jember,” jelasnya kepada Cendana News, Jumat (13/5/2016).
Menurut mahasiswa jurusan Teknik Elektro membuat persendian untuk robot sangatlah sulit. Butuh ketelatenan khusus pada bagian ini.
“Kalau manusia ada sendi, di robot ada motor servo sejumlah 33 motor servo,” cakapnya.
Robot menari milik ITS ini sudah sejak 2014 mengikuti lomba, setiap tahun tema yang ditentukan oleh penyelenggara  selalu berubah. Tahun 2014 diambil tema tarian Bali, Tahun 2015 diambil tema Buto Cakil dan Tahun 2016 diambil tema tarian Betawi Putri.
Cara kerja robot ini dengan cara menerima data melalui bluetooth kemudian ditransfer untuk memerintahkan robot bergerak.
“Kalau musik berhenti, robot diperintahkan berhenti begitu juga sebaliknya,” terangnya.
Dosen pembimbing, M. Hilman Fatoni menambahkan dengan adanya robot bisa menarik generasi muda untuk tertarik dengan tarian tradisional.
“Ini merupakan bentuk bahwa seni bisa masuk kedalam teknologi yang berkembang saat ini,” katanya.
ITS sendiri memiliki 2 robot tari yang masing-masing robot memiliki harga Rp 20 juta. Seluruh komponen berasal dari Indonesia namun bagian motor servo harus import dari Jepang.
Robot ini memiliki tinggi 50 cm dengan tinggi 1,75 kg. Masing-masing robot memiliki ketahanan baterai hingga 15 menit.
“Kami yakin tahun ini kami bisa menang saat ajang perlombaan robot tingkat nasional di Pakuwon Trade Center pada tanggal 1 hingga 4 Juni 2016 mendatang,” pungkasnya. 
[Charolin Pebrianti]
Lihat juga...