ITS Berharap Raih Juara 1 Kontes Robot Tingkat Nasional

JUMAT, 13 MEI 2016

SURABAYA — Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya memang tidak pernah berhenti untuk terus meraih juara selain dalam bidang motor dan mobil listrik, mahasiswa ITS juga berlomba-lomba dalam ajang kontes robot.
Ada lima kategori yang akan diikuti oleh tim mahasiswa ITS yakni Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI), Kontes Robot Soccer (bola) Indonesia (KRSI), Kontes Robot Tari Indonesia (KRTI) dan Kontes Robot Pemadam Api Berkaki dan Kontes Robot Pemadam Api Beroda. Lomba tingkat nasional ini akan digelar pada tanggal 1 hingga 4 Juni 2016 di Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya.
Pembimbing Robot Soccer, Muhtadin menjelaskan, sebelumnya dalam lomba tingkat regional tim ini mendapatkan juara dua.
“Kekalahan kami karena perbedaan lapangan yang dipakai. Dalam latihan kami biasa menggunakan karpet tapi saat perlombaan menggunakan rumput sintetis, sehingga tendangan robot tidak bisa maksimal,” jelasnya kepada Cendana News, Jumat (13/5/2016).
Awalnya, masih menurut Muhtadin, dirinya bersama tim Ichiro (ITS Champion in Robot) pada saat pertandingan semi final mengalami kekalahan akibat kesalahan persepsi antara menggunakan karpet dan rumput sintetis.
“Kami yakin dengan menendang jauh bisa menang, tapi karena beda lapangan akhirnya tim memutuskan untuk menggiring bola,” terangnya.
Dengan sistem menggiring bola, tim ITS memiliki sistem kerjasama yang bagus. Tidak ada perebutan bola diantara para pemain. Sehingga tiap pemain bisa menggiring bola sampai gawang dengan maksimal.
“Fitur kerjasama penguasaan bola yang bagus dan deteksi gawang, robot sudah mengetahui posisinya sehingga bisa dipastikan koordinasi yang tepat,” cakapnya.
ITS sendiri memiliki lawan tanding yang berat dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Namun ITS yakin dengan perbaikan algoritma ITS bisa menang.
“ITS punya 3 robot meski dalam pertandingan diwajibkan memiliki 4 robot, tapi kami yakin menang karena ada fitur kerjasama,” tandasnya.
Setiap robot diprogram untuk mengenali lapangan dan mencoba ‘Obstacle Avoidance’ atau menghindari halangan dengan menggiring bola. Setiap robot juga disiapkan untuk pertandingan selama 2×10 menit.
Ditanya berapa harga robot ITS, Muhtadin menerangkan,”Harga masing-masing robot sendiri sebesar Rp 160 juta,” tukasnya.
ITS yakin menang dilihat dari fitur kerjasama, robot milik PENS tidak memiliki fitur kerjasama. Sehingga tiap ada bola selalu rebutan meskipun dengan tim sendiri.
“Banyak yang bertabrakan dan jatuh, kalau robot kami tidak. Jadi kami yakin menang,” pungkasnya. 
[Charolin Pebrianti]
Lihat juga...