Begini Cara TNI di Perbatasan Supaya Warga Serahkan Senjata Api

JUMAT, 13 MEI 2016

KAPUAS HULU — Penyerahan senjata api terus menerus dilakukan oleh warga perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat. Pendekatan pada masyarkat perbatasan yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dinilai berhasil. Itu terbukti dengan cara pendekatan beberapa anggota berseragam loreng ini menjadi tenaga pendidik di perbatasan.
Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif 312/Kala Hitam, Letnan Kolonel Infanteri Yusuf Rizal memerintahkan anggotanya untuk segera melaksanakan kegiatan rutin tenaga pendidik (Gadik) di sebuah sekolah dasar atau tepatnya di SDN Kantuk Asam, Kecamatan Puring Kencana Kabupaten Kapuas Hulu. 
“Usai mengajar  Kopda Kisman Muhammad dan Kopda Martanto melaksanakan anjangsana ke Kantor Desa Kantuk Asam. Tujuannya untuk menjalin silaturahmi dan mempererat kekeluargaan aparat  Desa Kantuk Asam, juga untuk mensosialisasikan kepada masyarakat  tentang  bahayanya kepemilikan Jatmuhandak ilegal dan dapat dikenakan sanksi hukum,” kata Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif 312/Kala Hitam Letnan Kolonel Infanteri Yusuf Rizal, Jumat (13/5/2016).
Yusuf Rizal berkata, di Kantor Desa Kantuk Asam anggotanya bertemu dengan Kepala Desa Kantuk Asam bernama Nanco beserta dengan warga masyarakat. Setelah lama berdiskusi dan melakukan himbauan kepada masyarakat di Desa Kantuk Asam yang masih memiliki senjata api lebih baik diserahkan kepada aparat  karena dapat membahayakan jiwa diri sendiri dan keluarga apabila disalahgunakan serta dapat dikenakan sanksi hukum.
“Lalu salah satu dari warga masyarakat  yang bernama Stepanus Gunawan Jenang menyampaikan bahwa dirinya masih memiliki senjata api. Kemudian anggota Pos Kantuk Asam menanyakan senjata api tersebut di simpan di mana Pak, lalu dijawab Stepanus, “Ada pak saya simpan di rumah”,” kata Yusuf Rizal, menceritakan terkait senjata api yang diserahkan kepada TNI.
Setelah itu Stepanus atas kesadaran sendiri menyampaikan, “nanti kita ambil ke rumah”, yang disaksikan oleh Kepala Desa Kantuk Asam, Nanco.
Kemudian Kopda Kisman Muhammad dan Kopda Martanto melaporkan kepada Danpos Kantuk Asam Serka Aria Seto bahwa ada warga yang akan menyerahkan senjata api rakitan yang di simpan di rumahnya. Selanjutnya Danpos Kantuk Asam bersama Kopda Kisman Muhammad, Kopda Martanto dan Kepala Desa Kantuk Asam berangkat  menuju ke RumahStepanus.
Yusuf Rizal menyatakan, atas kesadaran sendirilah Stepanus Gunawan Jenang (57) menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan. Jenis senjata api itu adalah laras panjang penabur/patah. Kemudian diserahkan kepada Danpos Kantuk Asam disaksikan Kepala Desa Kantuk Asam bernama Nanco. 
[Aceng Mukaram]
Lihat juga...