RABU, 11 MEI 2016
MAUMERE — Dalam pelaksanaan kegiatan Upsus Pajale, segala strategi dilakukan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) untuk peningkatan luas tanam dan produktivitas. Operasioanal pencapaan target di lapangan dilaksanakan secara menyeluruh.
![]() |
| Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera (baju putih) menunjukan hasil panen menggunakan mesin |
Demikian disampaikan Kabid Tanaman Pangan dinas Pertanian dan Perkebunan Sikka, Kanisius P.E.Togo kepada Cendana News saat panen simbolis padi sawah di desa Magepanda kecamatan Magepanda, Rabu (11/5/2016).
Dikatakan Kanis, kegiatan dilakukan lewat penyediaan dana. pengerahan tenaga, perbaikan jaringan trigasi, penyediaan pupuk subside. ketersediaan benih unggul dan bantuan Alsintan yang rnendukung kegiatan tanam, panen dan pasca panen.
Disamping itu, beber Kanis, pendampingan dan pengawalan Upsus juga merupakan faktor penting dalam pencapaian target produksi.
Kegiatan ini lanjutnya mendapat dukungan para Penyuluh Pertanian serta TNI Angkatan Darat, dengan mengerahkan Babinsa untuk membantu petani agar program swasembada pangan dapat terwujud pada tahun 2017
Kegiatan Intenstfikasi padI, di kabupaten Sikka. pada musim tanam 2015/2016 bulan Oktober sampai Maret papar Kanis, telah terealisasi tanam seluas 9.803 hektar dari target tanam 9.625 hektar atau mencapa, 101 persen.
“Kita perlu berbesar hati karena bekerja dalam kecemasan akan dampak kekeringan karena dihadapkan pada fenomena El Nino tapi ternyata hasil panen berhasil,” ungkap Kanis.
Pihaknya sebut Kanis terus mendamping, dan memfasilitasi petani, untuk bekerja dan terus bekerja menuju Satu Sikka yang Mandiri dan Sejahtera Menggerakan petani agar jangan membuang hari kerja tanpa mengerjakan sesuatu, karena itu berarti menutup hari dengan kegagalan.
Dinas Pertanian dan Perkebunan Sikka ungkap Kanis juga memotivasi petani untuk meningkatkan luas areal tanam dan produktivitas padi. Dengan demikian target produktivitas dan produksi di Sikka dan mendukung swasembada pangan nasional Tahun 2017 bisa tercapai.
Kegiatan intensifikasi padi di kabupaten Sikka pada musim tanam Oktober 2015 sampai Maret 2016 terang Kanis, telah direalisasikan 9.803 hektar yang tersebar pada 11 kecamatan 50 desa dan 237 Kelompok Tani.
Dari jumlah tersebut sambung Kanis, padi sawah seluas 2.564 hektar dan padi Gogo 7.239 hektar. Dari realisasi tanam padi tersebut pemerintah kabupaten Sikka melalui dinas Pertanian dan Perkebunan mengintervensi 2.694 hektar.
Kegiatan dilakukan melalui kegiatan bantuan benih padi Inbrida untuk RJIT seluas 2.194 hektar, intensifikasi padi sawah 400 hektar dan intensifikasi padi Gogo 100 hektar.
Sedangkan luas tanam 7.109 hektar adalah kegiatan swadaya petani dengan intensifikasi padi Gogo dibawah pendampimgan PPL dan Babinsa.
Luas panen padi untuk wilayah kecamatan Magepanda 1.145 hektar yang tersebar pada 5 Desa Sehingga taksiran produksi musim tanam Oktolber 2015 sampai Maret 2016 untuk Kecamatan Magepanda sebanyak 8.244 ton gabah kering panen.
“Angka ini menjelaskan bahwa 33 persen produksi padi di Sikka berasal dari kecamatan Magepanda,” tegas Kanis.
Sasaran produksi padi Kabupaten Sikka Tahun 2016 telah ditetapkan sebanyak 24.976 ton. Dari luas panen berdasarkan angka ramatan I Tahun 2016, periode Januari sampai Agustus sebesar 8.024 hektar dan sasaran panen 11.544 hektar.
Sehingga taksiran produksi menurut Angka RamaIan I Tahun 2016 untuk periode Januari sampai Agustus sebanyak 15.881 ton gabah kering panen (GKP).
Target produksi 2016 tersebut akan dipenuhi lagi melalui luas tambah tanam dan luas panen periode April sampai September 2016 dengan sasaran tanam 2.585 hektar dan sasaran produksi 36,42 persen dari target.
“Kami rekornendasikan agar dilakukan intensifikasi padi gogo untuk meningkatan produktifitasnya dan perluasan areal tanam padi sawah melalui cetak sawah serta dukungan paket agroinput yang lengkap serta subsidi pengolahan tanah,” pungkas Kanis.
[Ebed De Rosary]