SABTU, 28 MEI 2016
LAMPUNG — Kawasan tempat istirahat (rest area) di sekitar Masjid Agung Kubah Intan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung yang berada di jalur strategis menjadi lokasi para pedagang kaki lima berjualan makanan dan minuman. Sebelumnya pemandangan yang kurang menarik di depan masjid agung tersebut berlangsung selama bertahun tahun hingga pedagang memperoleh lokasi baru yang dibangun oleh pemerintah setempat.

Puluhan pedagang bahkan mengaku lebih nyaman dengan adanya bangunan yang lebih mewakili kebutuhan para pedagang sehingga rest area Kalianda kini menjadi tempat istirahat sekaligus pusat kuliner khusus untuk masyarakat. Pada hari kerja, rest area yang hanya berjarak dua ratus meter dari kompleks perkantoran pemerintah kabupaten Lampung Selatan tersebut dipenuhi pegawai yang akan beristirahat.
“Awalnya hanya beberapa pedagang yang berjualan makanan dan minuman segar di rest area Kalianda ini dan menggunakan tenda yang bisa dibongkar pasang, tapi oleh pemerintah kabupaten dianggap merusak estetika dan harus dibongkar,”ungkap Mansur, salah satu pedagang es buah di kawasan rest area Kalianda, Sabtu, (28/5/2016).
Mansur mengaku langkah pemindahan sangat tepat dilakukan, karena lokasi berjualan yang lama dianggap tidak menciptakan keindahan dan terkesan kumuh. Sementara lokasi baru yang dibuat menjadi pusat jajanan kuliner (food court) dengan penataan stan-stan yang lebih indah dan fasilitas memadai menarik pengunjung untuk datang dan menikmati jajanan sekedar istirahat di siang hari.
Sejak kepindahannya di lokasi baru, meski harus membayar biaya sewa untuk lokasi baru ia mengaku omzet penjualan es buah yang ditekuninya lebih lumayan. Ia bahkan bisa mengantongi keuntungan bersih sekitar rata rata Rp 250ribu perhari jika kondisi sedang ramai. Sementara dalam kondisi sepi ia masih bisa membawa pulang keuntungan untuk keluarganya.
Adanya larangan bagi para pedagang kaki lima untuk tidak berjualan di sekitar masjid agung juga berdampak pada warung-warung tenda ini. Sebagian besar dari para pedagang ini kini menempati kios baru yang berjarak sekitar dua puluh lima meter dari masjid agung.
“Meski diminta pindah namun kami tak perlu kesulitan memindah alat berjualan karena sudah ditempatkan permanen di lokasi ini dan kami hanya membawa sajian kuliner yang akan dijual”ungkapnya.
Keanekaragaman jenis makanan seperti lontong sayur, somay goreng, bakso, mie ayam, lalapan, tahu lontong, soto, aneka gorengan,dan ada juga es campur, tahu campur, kupang, nasi goreng, serta beberapa kuliner lain menjadi buruan warga yang hendak istirahat setelah sebelumnya menjalankan ibadah sholat di masjid agung kubah intan.
Perkembangan terakhir dari pantauan Cendana News, langkah pemerintah menempatkan pedagang di tempat khusus memunculkan pusat-pusat kuliner baru di Kalianda diantaranya di pusat kuliner dermaga boom Kalianda, lapangan Korpri, lapangan cipta karya.
Mereka yang kebetulan tinggal di dekat area tersebut dan membaca peluang menjadikan lokasi lokasi tersebut sebagai peluang bisnis dengan cara membangun stan-stan untuk berjualan para pedagang kaki lima sehingga terbentuklah semacam Food Court. Satu perubahan memicu perubahan lainnya sehingga beberapa pedagang kaki lima yang sebelumnya terpisah pisah mulai menempati lokasi berjualan yang disukai masyarakat.
“Selain lokasi yang nyaman, area parkir gratis dan bisa digunakan untuk bersantai dan penataan seperti taman bermain membuat rest area masjid agung dan beberapa tempat berjualan baru diminati warga Kalianda,”terang Ahmad salah pengendara roda dua yang istirahat di lokasi tersebut.

Ia berharap dengan penataan yang bagus melengkapi fungsi untuk istirahat, beribadah, kawasan rest area Masjid Agung Kubah Intan Kalianda memberi dampak positif berupa pemasukan uang bagi pedagang dan memberi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Namun sebagai sebuah rest area Ahmad mengaku fasilitas informasi tempat wisata di Kalianda perlu ditambah, zona bermain anak serta petugas keamanan perlu diadakan untuk menjamin keamanan pengunjung.
[Henk Widi]