LAMPUNG — Pengiriman komoditas pertanian berupa pisang dari beberapa lahan pertanian di wilayah Provinsi Lampung mengalami peningkatan menjelang bulan suci Ramadhan 2016. Pengiriman tersebut didominasi pisang jenis ambon, muli, kepok, raja nangka, sere, pisang janten, rajabulu,dan tanduk, serta pisang lain yang kerap digunakan oleh para pedagang pembuatan hidangan berbuka puasa saat bulan suci Ramadhan.
Beberapa pengepul buah untuk bahan baku pembuatan kue serta makanan tradisional serta keperluan lain dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa bahkan sengaja menambah pengiriman ke beberapa pelanggan di Pulau Jawa.
Salah satu pengepul buah pisang dari beberapa petani di Lampung Timur dan Lampung Selatan, Amran (40) mengaku permintaan buah pisang meningkat. Hal tersbut terlihat dari banyaknya pengiriman yang ia lakukan selama sepekan terakhir. Pada hari biasa pengiriman buah pisang dengan rata rata 2 ton menggunakan kendaraan pick up L300 bisa dilakukan dua kali dan kini ia bisa mengirim sebanyak tiga kali lebih.
“Sebagian pedagang menggunakan kesempatan mejelang bulan Ramadhan untuk melakukan pengiriman buah pisang yang cukup tua sehingga akan bisa matang menjelang bulan Ramadhan, dominasi buah pisang untuk bahan baku pembuatan kue,”ungkap Amran kepada Cendana News, Sabtu (28/5/2016).
Buah pisang dari petani tersebut dibeli dari pemilik kebun dengan kisaran harga Rp 6ribu hingga Rp 15ribu tergantung kualitas serta banyaknya sisir dalam tandan buah. Setelah dibeli, proses pemilihan dilakukan untuk jenis pisang yang akan dipergunakan untuk diolah lagi menjadi berbagai jenis kue diantaranya jenis pisang kepok, raja nangka, serta jenis pisang yang bisa disantap saat matang diantaranya pisang Ambon, sere, muli, barangan serta jenis pisang cavedish.
Peningkatan volume pengiriman komoditas pertanian jenis pisang tersebut juga diakui oleh pengurus jasa ekspedisi truk yang tergabung dalam Serikat Pekerja Jasa Ekspedisi (SPJE), Soni. Ia menyebutkan, pengurus mulai menyeberangkan jumlah kendaraan lebih banyak dibanding hari biasa.
“Rata rata pada hari biasa kami bisa menyeberangkan sebanyak 7 hingga 8 kendaraan tapi menjelang Ramadhan kini sudah mencapai 10 sampai 15 kendaraan per hari,”ungkapnya.
Ia bahkan mengaku transaksi melalui sistem transfer oleh perusahaan jasa ekspedisi dalam sehari bisa di atas Rp10juta sementara pada hari normal hanya mencapai Rp5juta. Uang tersebut merupakan uang pembelian tiket untuk beberapa kendaraan yang akan diseberangkan dengan berbagai jenis kendaraan berbagai jenis mulai dari golongan IV hingga golongan IX yang rata rata biaya pembelian tiket penyeberangan mencapai Rp1juta ke atas.
“Kita ambil positifnya saja sebab dengan permintaan yang meningkat akan berbagai komoditas pertanian dari Sumatera berimbas pada sektor jasa ekspedisi,”ungkapnya.
Pengiriman barang jelang bulan Ramadhan tersebut merupakan keuntungan bagi para pengurus truk (petruk) yang tergabung dalam beberapa organisasi buruh pelabuhan. Selain pengiriman komoditas pertanian diantaranya pisang, kelapa, serta berbagai jenis komoditas lain, para penyedia jasa ekspedisi bahkan mulai melakukan pengiriman berbagai jenis barang menggunakan jasa penyeberangan melalui pelabuhan di PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni dan PT Bandar Bakau Jaya (BBJ).
Khusus untuk buah pisang, pengiriman meningkat khususnya dari Lampung Selatan karena besarnya jumlah lahan tanaman pisang. Penyuluh pertanian Kecamatan Penengahan, Wagimin mengaku potensi buah pisang sangat tinggi di wilayah Lampung.
Ia mengungkapkan varietas pisang yang paling banyak dibudidayakan di daerah Lampung diantaranya pisang janten, rajabulu, ambon, cavendis, kepok dan tanduk, karena jenis yang paling cocok dan paling disukai petani dengan nilai ekonomis tinggi.
Sentra budidaya pisang di Lampung Selatan berdasarkan pantauan Cendana News berada di Kecamatan Ketapang, Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo, Katibung, Merbaumataram dan Kecamatan Palas dengan potensi lahan kering dan agroekosistem yang cocok untuk pengembangan.
Berdasarkan data luas tanaman pisang di Lampung Selatan mencapai 9.094 hektare dari 8.672 hektare pada tahun sebelumnya dengan produktivitas 272,03 kuintal per hektare dan produksi 247.382 ton per tahun. Sementara lahan pertanian pisang intensif cukup luas berada di wilayah Lampung Timur yakniPT Nusantara Tropical Farm (NTF) mencapai 1.754,6 hektar perkebunan pisang jenis Cavedish.