KAMIS, 26 MEI 2016
SUMENEP — Program mencetak 1000 wirausaha muda yang di gagas oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dinilai tidak akam mengurangi angka pengangguran di daerah setempat. Pasalnya rekrutmet calon pengusaha muda tersebut sangat tertutup, sehingga masyarakat banyak yang tidak mengetahuinya, padahal program itu selayaknya dibuka selebar-lebarnya di publik, agar masyarakat yang memiliki kemampuan bisa mendaftarkan diri.
![]() |
| Moh. Hidayaturrahman, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep. |
Program mencetak wirausaha tersebut semestinya dijalankan dengan baik, agar angka pengangguran di ujung timur Pulau Madura ini semakin berkurang. Namun dengan tertutupnya rekrutmen calon wirausaha muda itu sangat jelas tidak akan mampu mengurangi angka pengangguran, pasalnya di khawatirkan orang yang dipilih bukan orang yang benar-benar mampu menjadi pengusaha yang dapat memberikan peluang kerja.
“Dari awal rekrutmen itu sudah terbuka ke publik, seharusnya dibuka bagi siapa saja yang ingin mengajukan, nanti seleksi dan verifikasinya secara faktual,” kata Moh. Hidayaturrahman, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Kamis (26/5/2016).
Disebutkan, bahwa jika rekrutmen program mencetak wirausahan muda itu sudah tertutup, jangan harap dapat menjadi sebuah solusi dalam mengentas pengangguran di daerah ini. Maka apabila ingin mewujudkan harapan masyarakat, pemerintah harus lebih terbuka mengenai program mencetak wirausaha muda, supaya masyarakat benar-benar mengetahui secara detail persyaratan yang harus diajukan.
“Biasanya kalau bantuan sosial selama ini, satu tahun sebelumnya sudah diajukan by name by adress, tetapi yang ini tidak. Makanya publik tidak tahu kayak apa modelnya,” jelasnya.
Oleh karena itu, pemerintah jangan setengah hati dalam menjalankan sebuah program yang benar-benar berpihak kepada masyarakat. Agar program yang telah digembar-gemborkan berjalan baik tanpa ada kontroversi di kalangan masyarakat, karena anggaran yang akan digunakan bukanlah uang pribadi, tetapi uang tersebut merupakan uang rakyat yang dijalankan dengan benar tanpa terkontaminasi kepentingan pribadi atau golongan.
“Ketika sudah terbuka di publik, maka dalam verifikasi bagi calon wirausaha muda itu harus sesuai dengan kemampuannya serta usaha yang akan dilakukan. Karena itu harus bisa melibatkan orang banyak, supaya mengurangi angka pengangguran,” pungkasnya. (M. Fahrul)