Pasar Besar Malang Terbakar, Wakil Walikota Minta Maaf

KAMIS, 26 MEI 2016

MALANG—Kamis dini hari (26/5/2016), kebakaran hebat melanda Pasar Besar Malang, puluhan kios pedagang yang berada di pasar tersebut ludes terbakar.
Sutiaji, Wakil Walikota Malang

“Dari total 3300 bangunan lapak dan kios milik 1700 pedagang yang ada di pasar besar Malang, perkiraan sekitar 20% bangunan yang terbakar berada di lantai satu dan dua,” jelas Wahyu Setianto saat meninjau lokasi kebakaran. 
Lebih lanjut ia menyampaikan, bagi pedagang yang kehilangan lapaknya akan segera di relokasi. Mengenai lokasi, ia menjelaskan bahwa relokasi dilakukan di sisi timur dan barat pasar besar.
“jika masih belum mencukupi, saya akan mengusulkan Jalan Sersan Harun ditutup untuk tempat relokasi,” jelasnya.
Selain itu, disediakan posko pengaduan bagi pedagang. Dari pantauan Cendana News, meskipun lebih dari lima mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan namun hingga pukul 14.00 WIB, api belum juga dapat dipadamkan secara keseluruhan. Di lantai dua masih terlihat api dan kepulan asap. Hampir semua bangunan kios serta lapak di lantai satu dan dua hangus terbakar. 
Sementara itu, Wakil Walikota Malang, Sutiaji, mengakui bahwa tidak berfungsinya hydrant yang ada menyebabkan proses pemadaman jadi terhambat. 
“Di Pasar Besar ini sendiri sebenarnya terdapat empat buah hydrant yang berada di sudut-sudut pasar, namun sayangnya semua hydrant tersebut tidak ada yang berfungsi,”jelasnya saatnya meninjau lokasi kebakaran. 
Menurutnya, jika saja empat buah hydrant yang ada dapat berfungsi dengan baik, kemungkinan besar kebakaran akan dapat diatasi dalam waktu singkat. Ia meambahkan, meskipun banyak mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan, namun jika ketersediaan air terbatas dan membutuhkan waktu yang lama karena lokasi pengambilan air cukup jauh, otomatis pemadamannya juga akan terhambat. Berbeda jika semua hydrant berfungsi, pasti penanganannya lebih cepat.
“Oleh karena itu saya mewakili Pemerintah kota Malang meminta maaf atas kelalaian kami karena hydrant yang ada tidak berfungsi,” pungkasnya. (Agus Nurchaliq)
Lihat juga...