KAMIS, 26 MEI 2016
MATARAM — Proses administrasi panjang dan berbelit – belit dinilai menjadi salah satu penyebab masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) enggan dan tidak banyak mau melakukan peminjaman modal kepada perbankan untuk mengembangkan usaha dijalankan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Nusa Tenggara Barat (NTB), Mori Hanafi di acara diskusi bersama pelaku UMKM dengan pengusaha hotel di hotel Santika Mataram, Kamis (26/5/2016).
“Lembaga Perbankan sampai sekarang, saya kira belum berpihak kepada masyarakat UMKM melalui proses berbelit – belit, sementara kalu yang meminjam perusahaan besar dan pejabat bisanya lebih mudah” ungkap Mori.
Ia mengatakan, percuma saja dalam setiap kesempatan menyampaikan adanya banyak program pinjaman bantuan usaha dengan bunga rendah melalui UMKM, kalau masih sebatas wacana dan belum banyak masyarakat yang mau melakukan peminjaman.
Seharusnya, kalau memang, perusahaan perbankan memang serius memberikan bantuan pinjaman modal dengan bunga rendah, bisa lebih dimudahkan dalam proses peminjaman dan tidak berbelit – belit.
“Proses panjang itulah yang mengakibatkan sebagian masyarakat lebih memilih meminjan pada rentenir, daripada melakukan peminjaman pada bank, karena. Proses lebih mudah, meski dengan bunga besar” ungkap Mori.
Ditambahkannya, pihaknya sendiri di DPRD NTB, akan terus berupaya membantu memajukan masyarakat UMKM, dengan menelurkan produk kebijakan dan bentuk Perda.(Turmuzi)