KAMIS, 26 MEI 2016
SUMENEP—Bulan suci Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi para pemilik penggilingan padi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pasalnya saat ini sudah mulai kebanjiran pesanan dari warga yang ingin menyelep (menggiling) gabah, sehingga omset yang diperoleh dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan cukup drastis.
![]() |
| Proses penggilingan padi. Foto: Mohamad Fahrul |
Biasanya menjelang bulan puasa berbagai kebutuhan pokok terus melonjak, termasuk harga beras, namun bagi warga yang mempunyai gabah memilih menyelepnya, agar kebutuhan beras di saat bulan suci tidak lagi harus membeli, tetapi kebutuhan konsumsi beras tetap terpenuhi.
“Sejak tiga hari ini warga yang datang untuk menggiling gabah sudah mulai banyak, sehingga pendapatan yang kami peroleh lumayan meningkat dibanding dengan hari-hari sebelumnya. Karena kebanyakan warga yang memiliki gabah tidak lagi beli beras, mereka juga khawatir apabila bulan Puasa harga beras akan naik,” Moh. Amir (43) salah seorang pemilik jasa penggilingan padi di Kabupaten Sumenep, Kamis (26/5/2016).
Disebutkan, bahwa banyak warga yang datang untuk melakukan penggilingan padi merupakan berkah tersendiri, karena hal serupa memang setiap tahun pada saat menjelang bulan suci Ramadhan. Apalagi pada umumnya masyarakat di daerah ini berprofesi sebagai petani, sehingga dari hasil yang mereka peroleh selalu disimpan, namun ketika menjelang bulan puasa kebanyakan gabahnya ia selep agar berasnya bisa dikonsumsi untuk sahur dan buka puasa.
“Jadi masyarakat memang sudah biasa jika hampir bulan Puasa menyelep gabah lebih banyak, sebab beras tersebut nanti akan dikonsumsi selama satu bulan. Maka saat bulan puasa warga tidak perlu lagi datang ke tempat penggilingan padi,” jelasnya.
Menurutnya, sejak tiga hari lalu warga yang datang untuk melakukan penggilingan gabah mengalami peningkatan yang cukup drastis, sehingga juga mempengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh. Karena sebelumnya biasanya dalam setiap hari hanya menggiling padi paling banyak sekitar 500 Kilo gram, namun akhir-akhir ini terkadang setiap harinya mencapai lebih 1 ton.
“Ya sudah meningkat jauh dari sebelumnya. Alhamdulillah pendapatan yang kami peroleh juga bertambah, tetapi kalau hari-hari biasa sangat sepi, kebetulan sudah menjelang bulan Puasa dalam beberapa hari terakhir mulai meningkat lebih dari 50 persen,” terangnya.
Sedangkan harga yang menggunakan jasa penggilingan padi dihitung setiap Kilo grang dengan harga Rp. 100. Sehingga apabila dalam 1 – 2 tons setiap hari, maka mereka bisa mendapatkan uang berkisar antara Rp. 100.000 – 200.000 per hari. (M. Fahrul)