JUMAT, 27 MEI 2016
MAUMERE –– Sampah dan material tanah, pasir dan kerikil kembali memenuhi badan jalan di kota Maumere usai hujan deras yang melanda ibukota kabupaten Sikka ini, Kamis (26/5/2016). Menumpuknya sampah tentu membuat wisatawan merasa alergi dan persoalan ini perlu penanganan serius dari Pemkab Sikka.
![]() |
| Sampah yang menumpuk di jalan negara Trans Flores samping SPBU Waipare |
Demikian disampaikan Frederikus Dedy warga kota Maumere saat ditemui Cendana News,Jumat (27/5/2016) siang.Dikatakan Dedy, Flores baru saja menggelar iven Tour de Flores dan ini harus jadi catatan serius.
“Kalau ingin kembangkan pariwisata, kita harus urus dulu sampah karena jika areal wisata kotor tentu wisawatan juga alergi ke sana,” ujarnya.
Dedy berharap agar dengan adanya promosi wisata secara besar-besaran dan membanjirnya wisatawan asing, persoalan sampah mulai dipikirkan untuk ditangani secara serius. kalau rumah kita kotor lanjutnya, apakah kita tidak malu.
“Harus ada konsep jelas dan mulai lakukan dari sekarang kalau ingin wisatawan datang dan betah di daerah kita,” pintanya.
Hal senada juga dikeluhkan Theresia Sadi.Bagi Tres sapaannya,sektor pariwisata menjadi sektor unggulan oleh hampir semua kabupaten di pulau Flores. Namun sesalnya, tidak ada niat pemerintah daerah untuk serius mengembangkan pariwisata secara serius.
“Jalan ke tempat wisata saja banyak yang jelek belum lagi di areal tempat wisata tidak ada tempat sampah dan pihak yang mengelolanya secara baik,” kata Tres.
![]() |
| Sampah yang menumpuk di muara kali mati di kelurahan Kabor kota Maumere. |
Dicontohkan Tres, saat dirinya ke pantai Kajuwulu dan ke Wairterang sampah terlihat berceceran di sepanjang pantai. Belum lagi kalau selesai hujan sambungnya, sampah pasti menumpuk di badan jalan.
“Perilaku masyarakat juga harus dibenahi masyarakat harus sadar dan dibiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya,” pinta Tres.
Pada saat hujan masyarakat di sekitar got atau kali mati pasti membuang sampah di tempat tersebut dan berharap dibawa air.Ini yang menyebabkan gorong-gorong sering tersumbat dan air meluber ke jalan.
Disaksikan Cendana News, Jumat (27/5/2016) sampah dan material tanah dan kerikil kembali memenuhi jalan di dalam kota Maumere.
Hujan lebat yang mengguyur kota Maumere Kamis (26/5/2016) sore hingga malam membuat air mengalir melewati badan jalan dan menyisahkans sampah di pinggir bahkan di badan jalan.
Selain di sepanjang jalan negara di dalam kota Maumere, sampah juga terlihat di depan pelabuhan Laurens Say, di komplek pertokoan dan juga di perempatan jalan El Tari. Pasir dan kerikil terlihat masih menumpuk di jalan tersebut. (Ebed De Rosary)
