Jusuf Kalla Sebut Dunia Usaha Harus Mengikuti Zaman

SABTU, 13 MEI 2016

YOGYAKARTA — Sekitar 600 Saudagar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah seluruh Indonesia berkumpul di Yogyakarta, Sabtu (14/5/2016). Pertemuan itu dilakukan guna menguatkan jaringan saudagar Muhammadiyah dan membangun kekuatan ekonomi bangsa. 
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla saat membuka Pertemuan Jaringan Saudagar PP Muhammadiyah mengingatkan, dunia usaha harus bisa mengikuti zaman dan kewirausahaan itu merupakan amanah. Dalam menjalankannya, harus selalu memikirkan keseimbangan amal sosial dan amal usaha. 
“Orang tidak bisa berdagang sendiri dan bisnis tidak kenal moral dan agama. Yang penting murah, bagus dan cepat pelayanan. Toko Muhammadiyah belum tentu akan laku, kalau tidak bisa mengikuti tuntutan masyarakat yang selalu mencari produk murah, berkualitas dan cepat pelayanannya”, ungkap JK.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan, sudah semestinya para saudagar termasuk di dalamnya Usaha Kecil Menengah (UKM) membentuk jaringan dan saling bekerjasama. 
Jaringan saudagar akan mampu menjadi jembatan bagi tumbuh kembangnya pelaku usaha. Hal demikian  kata Sultan, sebagaimana pesan Kyai Haji Ahmad Dahlan, bahwa untuk mewujudkan kata kemajuan menjadi pengabdian itu tidak kecuali adalah bisnis, yang melengkapi dua bidang lain, yaitu pendidikan dan kesehatan. 
“Karena itu, kami menyambut baik acara pertemuan jaringan suadagar ini”, ujar Sultan.
Pertemuan Jaringan Saudagar PP Muhammadiyah dihadiri sejumlah tokoh penting dan pelaku usaha nasional. Antara lain, Beni Sutrisno, Mayor Jenderal Purnawirawan Muchdi PR dan banyak lagi. Pertemuan guna menggalang kekuatan bidang ekonomi tersebut tentu saja juga dihadiri oleh sejumlah tokoh Muhammadiyah.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, DR. Haedar Nashir mengatakan, temu jaringan saudagar Muhammadiyah kali ini merupakan yang kedua kali. Ada pun latar belakang pertemuan itu, menurutnya, didasari oleh sejarah Islam di Indonesia yang sangat dipengaruhi peran para saudagar. Kami ingin merawat semangat dan merevitalisasi spirit itu.
Selain itu, kata Haedar, pertemuan tersebut juga diadakan sebagai upaya membangun kaum muslim di Indonesia agar lebih berkualitas, sehingga bisa menjadi tangan di atas. “
Kami ingin membangun etos baru. Merubah etos konsumtif menjadi produktif dan diharapkan jaringan saudagar bisa menjadi kekuatan baru bagi Muhammadiyah dan menjadi kekuatan ekonomi dan daya saing bagi bangsa Indonesia di tengah persaingan ekonomi global”, ungkapnya.
Pertemuan jaringan saudagar Muhammadiyah digelar sebagai langkah konsolidasi organisasi dalam menghadapi persaingan global, dihadiri pula oleh sejumlah saudagar Muhammadiyah dari manca negara seperti Malasyia, Brunai Darussalam dan lainnya. Pertemuan guna membahas dan menyatukan langkah strategi ekonomi Muhammadiyah.
[Koko Triarko] 
Lihat juga...