SABTU, 14 MEI 2016
LAMPUNG — Kapal Muatan Penumpang (KMP) Nusa Putera yang telah melakukan uji sandar di dermaga III Pelabuhan Bakauheni Lampung bernama lambung Nusa Putera siap melayani penyeberangan arus mudik di Pelabuhan Merak – Bakauheni dan sebaliknya.

Kapal yang dibuat disebuah galangan kapal negara Perancis tersebut memiliki kapasitas berat muatan 13.863 Gross Tonage (GT), menjadi salah satu armada kapal dari sebanyak lebih kurang 59 unit kapal roll on roll off (Roro) yang melayani lintasan Selat Sunda dan menjadi salah satu dari empat kapal-kapal besar yang ada di Penyeberangan Selat Sunda dengan GT di atas 5.000 GT.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Cendana News, untuk memenuhi izin operasi kapal penumpang di lintasan Selat Sunda, Kapal Muatan Penumpang (KMP) Nusa Putera telah menjalani uji sandar di Pelabuhan Merak di Dermaga III dan berlabuh di dermaga III Pelabuhan Bakauheni.
Kapal milik perusahaan pelayaran SP tersebut berdasarkan data merupakan kapal buatan tahun 1985 dan dibeli perusahaan Indonesia untuk rute Bakauheni-Merak. Kapal tersebut dipastikan memiliki kapasitas muatan penumpang maksimal 270 kendaraan campuran dan 400 muatan penumpang pejalan kaki.
Kepala Subdit Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) pada Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Endi Suprasetio yang dikonfirmasi saat uji sandar mengatakan, “Saat ini kita melakukan uji sandar KMP Nusa Putera melihat legal aspeknya, terkait dengan fasilitas kapal termasuk menilai proses bongkar muat kapal. Hari ini juga akan kita lakukan uji sandar di Dermaga III Pelabuhan Bakauheni”.
Endi menyebutkan, bilamana pihaknya tidak lagi menemukan kendala dalam proses uji sandar, proses perijinan untuk kapal dapat dioperasikan sudah bisa dilakukan. Diprediksi sebelum angkutan Lebaran, kapal itu sudah dapat melayani penyeberangan di Pelabuhan Merak-Bakauheni.
“Kalau dari proses ini, tidak ada lagi ada hal-hal yang direkomendasikan. Tinggal menindaklanjuti hal-hal administrasinya dan dapat dikeluarkan izin operasinya. Setelah keluar izin operasi, saya kira bisa digunakan saat lebaran mendatang,” tuturnya.
Endi menyatakan, dengan adanya penambahan KMP Nusa Putera, armada kapal penyeberangan di Pelabuhan Merak tercatat mencapai 59 kapal yang tersedia. Apalagi, Kapal Nusa Putera tergolong kapasitas muatan yang besar.
“Kalau sebelum kapal ini, sudah ada dua kapal yang masuk di Pelabuhan Merak-Bakauheni. Jadi kalau tambah kapal ini, kapal di Merak ada sekitar 59 kapal yang punya izin operasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Manajer Operasi PT Putera Master Sarana Penyeberangan (SP) Mulia, Abdul Mukti menyatakan, kapal baru KMP Nusa Putera menjadi kapal terbesar dari 6 kapal yang ada sebelumnya dan telah melayani pelabuhan di Merak. KMP Nusa Putera, dapat menjadi satu kapal yang disiapkan untuk melayani pelabuhan Merak-Bakauheni.
Ia mengungkapkan penambahan kapal baru tersebut membuat kapal milik SP Ferry menjadi 7 armada. KMP Nusa Putera dipastikan bakal melengkapi kapal penyeberangan sebagai satu kapal raksasa dari kapal-kapal yang ada. Dengan kapasitas yang besar, dan failitas yang ada, kapal diprediksi mampu membantu mengatasi antrean penumpang saat Lebaran nanti.
“Kapasitas muatan 13.863 GT, muatan kendaraan campurannya mencapai 270 kendaraan. Kapal ini, merupakan kapal besar sama seperti Portlink, Rucitra, Raja Rakata dan kapal besar lain,” ujarnya.
Disambut Positif Pengguna Jasa
Sementara itu salah satu pengguna jasa pelayaran lintasan Selat Sunda, Amrulloh sangat menyambut positif perusahaan pelayaran di lintasan tersebut menaikkan kapasitas kapal kapalnya.
“Selama ini masih banyak kapal kapal dengan GT kecil dimana kendala cuaca gelombang tinggi membuat kapal kecil susah sandar dan tidak efesien dalam perjalanan”ungkap Amrulloh.
Ia sebagai salah satu pengurus jasa ekespedisi mengakui sebelum tahun 2018 seiring dengan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) harus memiliki kapasitas di atas 5.000 GT dan akan sangat menguntungkan para pengusaha ekspedisi. Keuntungan tersebut diantaranya kendaraan kendaraan kapasitas besar bisa dimuat dan efesiensi waktu bisa lebih diutamakan.
Selain KMP Nusa Putera ia mengakui saat ini kapal kapal di lintasan Selat Sunda sudah cukup bagus untuk membantu para pengusaha ekspedisi sehingga proses distribusi komoditas terutama menjelang puasa Ramadhan dan lebaran bisa lebih cepat.
Ia yang tergabung dalam Pengusaha Transportasi bersama ratusan pengguna jasa lain berharap selain menambah kapasitas kapal, layanan di dalam kapal termasuk keselamatan pengguna jasa harus lebih diutamakan.
“Sekarang banyak kapal bersaing mencari konsumen terutama pemilik jasa ekspedisi dan persaingan harus sehat agar tidak ada kesenjangan”ungkapnya.
Kesenjangan tersebut diungkapkan dengan masih adanya kapal yang menerapkan biaya tambahan untuk kelas tertentu sementara di kapal kapal lain beberapa sudah digratiskan bahkan memperoleh tambahan fasilitas yang membuat nyaman pengguna jasa. Dampaknya banyak pengguna jasa yang mulai memilih kapal yang memberikan fasilitas lebih baik.
[Henk Widi]