Simposium 65, Fadli: HM Soeharto tidak Pernah Mengkudeta Soekarno

SELASA, 19 APRIL 2016
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Adista Pattisahusiwa

JAKARTA — Dalam acara Simposium Nasional Tragedi 65 yang digelar oleh pemerintah selama dua hari, mencul tudingan miring bahwa Presiden kedua Republik Indonesia, HM Soeharto telah memalsukan sejarah terkait keberadaan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon
Menanggapi tudungin tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengatakan, tak ada sejarah palsu yang dicatat oleh Presiden Soeharto.
“Jangan mengaburkan sejarah, tidak ada kudeta dari Presiden Soeharto, semua pengambilan kekuasaan iitu dilakukan sesuai prosedur,” Papar Fadli di Gedung, Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa(19/4/2016).
“Tidak ada sejarah palsu. Sejarah palsu yang mana, diuji saja. Kalau ada yang mengatakan itu kudeta dan sebagainya, kita bisa lihat semua prosedurnya itu konstitusional,” sambungnya.
Dikatakan, proses pergantian kekuasaan saat itu, sesuai konstitusi.
“Jadi jangan mempersepsikan dan menganggap itu sebagai kudeta. Pihak yang mau mengkudeta pemerintahan saat itu adalah PKI, bukan Soeharto,”sebutnya.
Lebih Jauh, Fadli menyampaikan bahwa dalam kamus PKI, bahkan rukun PKI itu jelas jelas merupakan salah satunya didalamnya yakni kudeta, revolusi, pengambilalihan kekuasaan.
“Nah hal itu bisa liat seperti orang Islam mau sholat, di dalam komunisme itu ada revolusi, pengambilan kekuasaan,” imbuhnya
Cobalah berkaca pada jejak yang ada, sambung fadli, PKI pernah dua kali coba mengambil kekuasaan secara illegal, yakni pada 1948 dan 1965. Saat itu Soekarno dan Hatta meminta masyarakat memilih Soekarno-Hatta atau Musso.
“Era itu juga banyak yang dibantai PKI pada tahun 1948, Jadi tidak usah memutarbalikan fakta yang ada,”tutupnya.
Lihat juga...