Sumenep Kembangkan Obyek Wisata Kesehatan Pulau Oksigen

SELASA, 19 APRIL 2016
Jurnalis : M. Fahrul  / Editor : Rustam / Sumber Foto : M. Fahrul
SUMENEP – Keberadaan objek wisata oksigen di Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dipastikan akan menjadi tempat wisata kesehatan. Untuk mendukung potensi obyek tersebut, saat ini dibangun sarana dan prasarana agar bisa menjadi daya tarik wisatawan.
 A. Busyro Karim, Bupati Kabupaten Sumenep
Pulau yang memiliki kandungan oksigen cukup tinggi merupakan satu-satunya yang ada di wilayah Jawa Timur, sehingga perlu dikembangkan dengan baik agar daerah tersebut mampu menjadi ikon wisata kesehatan. Dengan dikembangkan obyek wisata baru ini nantinya juga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.
   
“Kalau Pulau Giliyang pasti akan jadi wisata kesehatan, makanya itu tidak hanya menjadi ikon Sumenep, tetapi juga Jawa Timur. Karena memang tidak ada lagi yang namanya wisata kesehatan kecuali di pulau yang mengandung oksigen itu,” kata A. Busyro Karim, Bupati Kabupaten Sumenep, Selasa (19/4/2016).
Disebutkan, sampai saat ini pengembangan pembangunan sarana dan prasarana di pulau oksigen tetap berjalan, sehingga dari hari ke hari terus mengalami perbaikan.
“Yang pasti untuk pengembangan sarana dan prasarana akan bertahap, salah satunya seperti air bersih yang sudah bisa masuk kesana, mungkin orang Giliyang tidak pernah membayangkan akan ada air bawah laut, jadi itu harus di syukuri semuanya,” jelasnya.
Menurutnya, dikenalnya pulau oksigen yang menyebar ke berbagai daerah juga tidak pernah terlepas peran media massa yang ada di daerah ini.  Pasalnya sejak pulau tersebut diketahui mengandung oksigen, pemberitaan yang disajikan para jurnalis mampu membuat pulau tersebut dikenal dimana-mana.
“Untuk obyek wisata itu sudah jalan dengan sendirinya, itu karena adanya promosi luar biasa teman-teman media yang seringkali mempublikasikan potensi yang ada,” paparnya.
Sedangkan untuk transportasi yang akan disediakan di wisata pulau oksigen masih dalam pembahasan, sehingga memang perlu adanya singkronisasi program antara pemerintah daerah ini dengan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) selaku pihak yang menangani pembangunan. Tetapi untuk pemeliharaannya nantinya akan di serahkan kepada pemerintah daerah.
Lihat juga...