Amirullah Amin Ungkap Hal yang Harus Diwaspadai dari China

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

KEDIRI — Marsekal Muda TNI-AU (purn) H. Amirullah Amin mengatakan, saat ini Partai Komunis Indonesia (PKI) terus berupaya bangkit dengan berbagai macam cara melalui komunis gaya baru.

Menurutnya situasi semacam ini seharusnya bisa segera disadari dengan melihat bagaimana perkembangan situasi di dunia, khususnya situasi di sebelah utara negara Indonesia seperti China.

“Kita lihat bagaimana negara China yang sudah bangkit ekonominya dan mempunyai keinginan strategis untuk kepentingan negaranya dan juga kepentingan untuk menyebarkan ideologi komunisnya,” ujarnya saat menghadiri Peringatan 55 Tahun Teror PKI di Kanigoro, Rabu (11/3/2020) malam.

Disampaikan Amirullah, ada beberapa hal penting yang harus diketahui sekaligus diwaspadai dari China. Pertama, tidak akan ada perubahan kebijakan China tentang strateginya terhadap penguasaan dunia melalui ideologi komunis, karena saat ini presiden China Xi Jinping diangkat menjadi presiden seumur hidup.

Kedua, China mengatakan bahwa laut China selatan adalah milik mereka. Padahal jika berbicara laut China selatan berarti ada wilayah Indonesia yang akan diklaim sehingga akan menyebabkan konflik antara Indonesia dengan China.

“Seperti yang sudah kita lihat sekarang para nelayan atau penjaga pantai kita sudah bersentuhan dengan coast guard China,” ucapnya.

Kemudian yang ketiga yang harus diwaspadai adalah 400 juta rakyat China harus keluar dari wilayahnya. Dimana berarti jumlah tersebut sudah satu setengah kali penduduk Indonesia. Celakanya, mereka lebih suka datang ke Indonesia karena sudah banyak contoh bahwa kehidupan di Indonesia lebih baik daripada kehidupan di negaranya maupun kehidupan di negara lain.

Terakhir yang tidak kalah pentingnya bahwa di 2025 nanti, anggaran belanja pertahanan China harus dua kali lebih besar dari anggaran pertahanan Amerika Serikat.

“Jadi untuk menjaga kepentingannya, mereka akan membangun kekuatan sedemikian rupa sehingga tidak bisa tertandingi oleh negara-negara lain,” ujarnya.

Dari situ kemudian bisa dilihat bahwa banyak sekali kejadian-kejadian di Indonesia ini yang dipahami terlibat oleh kegiatan-kegaiatan partai yang berbau komunis, karena sekarang mereka muncul dengan strategi Kerja di Malangan Musuh (KKM) dengan harapan mereka tidak tersentuh.

Sementara di sisi lain umat Islam sekarang ini boleh dikatakan terpecah dimana kondisi inilah yang sebetulnya diinginkan oleh mereka.

“Ada dua kekuatan besar di negara kita yaitu kekuatan Islam dan kekuatan TNI. Kalau kekuatan ini terpecah, maka mereka bisa dengan mudah menguasai negara ini,” sebutnya.

“Inilah latar belakang kenapa kalau kita lihat sekarang ini situasi politik, hukum, ekonomi di negara ini betul-betul tidak memihak rakyat kecil, pisaunya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” tutupnya.

Lihat juga...