SABTU 16 APRIL 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Zulfikar Husein
ACEH — Mungkin menjadi juru parkir adalah pekerjaan biasa dan tak pernah masuk dalam daftar keinginan kita. Namun, bagi mahasiswa yang satu ini, sangat membantunya untuk membiayainya menyelesaikan tigas akhir kulianya.
![]() |
| Mahasiswa bekerja sebagai juru parkir |
Namanya Ahmad Fauzi. Saat ini, ia masih tercatat sebagai salah seorang mahasiswa semester akhir di program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Aceh. Selain kuliah, ia juga bekerja sebagai juru parkir di salah satu warung kopi di Lhokseumawe.
Berasal dari Kabupaten Subulussalam, Aceh, anak uda ini merantau di Lhokseumawe. Karena keterbatasan ekonomi, sejak awal merantaum ia tak pernah merasakan tinggal di kost, layaknya mahasiswa lain pada umumnya. Ia lebih memilih tinggal di musala.
“Tidak pernah ngekost, karena tidak mau orang tua susah. Kalau tinggal kost, orang tua pasti harus kirimkan saya uang tiap bulan untuk bayar kost,” ujar Ahmad Fauzi, saat ditemui Cendana News, Sabtu (16/4/2016).
Bukan tanpa alasan, Fauzi lebih memilih tinggal di musala dibanding harus sewa rumah kost tersebut karena perekonomian keluarganya yang sulit. Sehari-hari, ayahnya hanya bekerja sebagai buruh di kebun sawit milik orang, sementara ibunya hanya penjual pisang goreng.
Selain itu, ia juga masih memiliki 3 orang adik yang masih sekolah. “Adik saya tiga orang, dua masih sekola, sagu lagi baru selesai ikut ujian nasional tahun ini, jadi kalau ada rejeki, ayah saya harus biayai adik-adik saya sekolah,” katanya.
Meski miskin, Fauzi mengatakan, hanya sekali memperoleh bantuan beasiswa. Mahasiswa angkatan 2010 itu, hingga saat ini masih terus berusaha menyelesaikan tugas akhirnya.
“Masih bimbingan sama dosen, mudah-mudahan dalam waktu sudah bisa ujian sidang,” harapnya.