SABTU 16 APRIL 2016
Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Rianto Nudiansyah
BANDUNG — Aneh memang, apabila tradisi di negeri ini bisa diacungi jempol oleh bangsa lain, sementara kita terlalu asik mengadopsi budaya negara asing. Padahal Indonesia boleh bangga, memiliki beragam budaya khas yang membuat warga negara asing penasaran.
![]() |
| Rita Senorita Suwanda |
Untuk menyeimbangkan itu, Rita Senorita Suwanda (40) memiliki misi mengenalkan Silat Mande Muda ke berbagai negara. Tak ayal jenis bela diri yang berasal dari Jawa Barat ini kian berkembang khususnya di Amerika. Lantas bagaimana sepak terjang Rita, sehingga seni bela diri asli Indonesia ini bisa mendapat sambutan positif di negeri orang.
Pesilat wanita asal Jawa Barat ini adalah anak ke-3 dari 10 bersaudara, pasangan Uyuh Suwanda dan Mimi Rukmini. Mereka adalah tokoh yang membesarkan Silat Mande Muda sejak 1951 silam. Selepas anak pertama dari trah Suwanda, yakni Herman Suwanda meninggal, Rita diberikan amanat mengelola Silat Mande Muda.
“Setelah beliau meninggal, kemudian murid-murid Mande Muda di Amerika menginginkan saya pergi ke sana,” tutur Rita di Taman Budaya, Kota Bandung.
Kendati Sang Kakak sudah menancapkan bendera Mande Muda di Amerika, tetap saja banyak cobaan yang harus dialami Rita. Pengalaman pahit maupun manis dialaminya untuk mengembangkan Mande Muda di Amerika. Bahkan dia sempat mendapat tantangan berkelahi dari master-master bela diri di sana.
“Awalnya mereka memandang sebelah mata pencak silat. Apalagi karena saya seorang wanita, tapi saya bisa membuktikannya lewat teknik silat,” kenangnya.
Tantangan terbesar, yaitu tak semua orang Amerika mengenal negara Indonesia, terutama yang berada California. Sakit hati memang saat mengetahui kondisi itu. Tak ayal, Rita dan murid-muridnya kerap mendemontrasikan Silat Mande Muda di tempat umum, seperti pusat perbelanjaan.
Rita pun tak luput melakukan inovasi soal program pengajaran agar Pencak Silat ini bisa diterima oleh warga asing. Meski demikian tak menghilangkan tradisi aslinya, bahwa selain adu fisik, silat juga menunjukan keindahan gerak.
“Orang Amerika suka bela diri yang simpel. Sementara Silat ciri khasnya ngibing, bela diri yang diiringi musik,” ucap Rita.
Selain Amerika, Rita pun berkesempatan mengelilingi benua Eropa, pada April 2016 ini. Dia berharap upayanya ini bisa menjadikan budaya Indonesia khususnya Jawa Barat bisa semakin terkenal di Dunia.
“Saya merasa bangga bisa bercerita ke dunia luar silat tidak kalah hebat, saya juga tidak merasa segan mengajak mereka ke Indonesia,” jelasnya. katanya.
Memang tak hanya Indonesia yang memiliki seni bela diri tradisional. Contohnya, negara Brazil yang juga getol mengkampanyekan seni bela dirinya.
“Kita harus bangga sekarang pencak Silat sudah dihargai dan sejajar dengan bela diri yang lain karena semua pihak mengembangkan juga melestarikan kembali,” pungkasnya.