LOMBOK — Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Titiek Soeharto mengaku sangat kagum dengan potensi pertanian yang dimiliki Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya tanaman padi. Kekaguman tersebut dirasakan saat pertama kali menginjakkan kaki di Lombok Internasional Airport (LIA).
Titiek Soeharto saat panen raya di Lombok
Dalam acara panen raya padi di Desa Gapuk Kabupaten Lombok Barat, Titiek meminta kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mengembalikan kejayaan petani bidang swasembada pangan dengan membeli gabah petani agar mampu mengangkat kesejahteraan hidup petani.
“Mendengar pemaparan Gubernur serta petani, kita sangat prihatin dengan nasib petani kita yang tidak kujung bisa menikmati kesejahteraan,” kata Titiek di Lombok Barat, Senin (21/3/2016).
Selain itu, Titiek juga mempertanyakan kebijakan Bulog yang sering melakukan impor beras, khususnya di daerah yang selama ini surplus dan menjadi daerah penyangga pangan Nasional seperti NTB.
Termasuk juga soal rendahnya serapan Bulog terhadap gabah petani NTB yang hanya mencapai 100 ribu ton dari total produksi gabah petani sebesar dua juta ton lebih tahun 2015.
“Atas permasalah tersebut,dirinya bersama Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, kelautan dan kehutanan dalam waktu dekat akan memanggil Bulog, agar Kementerian Pertanian dapat membeli semua gabah petani,”sebutnya.