SABTU, 5 MARET 2016
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Tanggul pengaman saluran air Plunyon di kawasan Sungai Kuning pedukuhan Gedongan, Umbulharjo Cangkringan, Sleman, longsor akibat didera hujan. Akibatnya, sebanyak 5 pipa saluran air rusak, dan pada Sabtu (5/3/2016) warga bekerjasama memperbaikinya. Kendati hujan turun cukup deras, proses perbaikan terus dilakukan mengingat vitalnya saluran air tersebut.

Warga dua desa yakni Umbulharjo di Kecamatan Cangkringan dan Hargobinangun di Kecamatan Pakem, mengalami kesulitan air, menyusul rusaknya saluran irigasi dan air kebutuhan sehari-hari akibat longsor yang merusakkan pipa saluran air di kawasan tanggul pengaman Plunyon Sungai Kuning. Empat dari lima pipa saluran air tersebut rusak. Sedangkan satu pipa yang masih utuh merupakan pipa saluran air milik Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Sleman.
Mengingat vitalnya peran pipa saluran air tersebut, warga dari dua desa bersama Dinas Energi Sumber daya Air Dan Mineral (ESDAM) Sleman, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sleman serta sejumlah dinas terkait segera memperbaikinya.
Wahyudi, petugas dari Dinas ESDAM Sleman ditemui saat melakukan perbaikan darurat menjelaskan, tanggul itu longsor pada Kamis, 3 Maret 2016, pagi sekitar pukul 09.44 wib, setelah semalam sebelumnya didera hujan lebat.
“Tebing yang ambrol itu di bawahnya terdapat lima pipa saluran air, sehingga ikut rusak terkena longsoran material tanah dan batu”, ujarnya.
Menurut Wahyudi, perbaikan yang kini dilakukan merupakan perbaikan darurat, yang rencananya nanti akan diperkuat dengan pemasangan bronjong. Kelima pipa saluran itu, menurutnya, berada sekitar 1 Kilometer dari sumber air Umbul Wadon, sehingga harus segera diperbaiki.
“Kami bersama dinas terkait, bersama warga dua desa bersama-sama memperbaiki saluran itu, mengingat pentingnya saluran air tersebut bagi warga dua desa”, pungkasnya.