![]() |
| Titiek Soeharto |
Tren
- Ramadhan, Bulan Kebangkitan Literasi
- Khilafah Tunggal Vs Kolaborasi Realistis
- Serangan AS‑Israel ke Iran Perspektif Hukum Internasional
- Zakat Instrumen Keadilan Sosial
- Kontrak Sosial dalam Islam
- Korporasi Transmigran dan Defisit Kedelai
- Antek Asing vs Resiprositas
- Pola Kritik Era Prabowo
- Ekonomi Ramadhan
- BEM dan Mental Inlander
SELASA, 22 MARET 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Turmuzi
LOMBOK — Ada pemandangan berbeda terjadi ketika Gubernur NTB memperkenalkan Titiek Soeharto kepada ratusan warga yang menghadiri panen raya padi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Perhatian segenap masyarakat petani yang hadir lansung tertuju pada sosok putri Presiden Soehato, termasuk dari kalangan pejabat pemerintahan dan TNI dan saat acara panen raya padi berlangsung. Titiek Soeharto lansung diserbu masyarakat petani, anak-anak dan aparat TNI, baik sekedar bersalaman maupun foto bersama.
“Bagaimanapun bertemu dengan ibu Titiek serasa mengingatkan kami kembali dengan sosok Pak Harto yang juga pernah datang langsung ke Lombok melakukan panen raya bersama petani,” kata Sudirman (53) petani Desa Gapuk Kabupaten Lombok Barat kepada Cendana News, Selasa (22/3/2016)
Sudirman mengenang kembali, bagaimana pada masa pemerintahan Pak Harto, petani tidak pernah berjaya bidang pangan dengan program lumbung padi dan pola tanam gugur ancah (Gora) yang dalam perjalanannya menempatkan NTB sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.
Ia menceritakan, dulu semua gabah petani selalu dibeli oleh pemerintah. Kesulitan pangan juga tidak pernah dirasakan petani. Cara mendaptkan beras juga tidak sulit seperti sekarang.
“Ada program padat karya membuat jalan atau saluran irigasi, kita dikasih beras banyak sebagai upahnya,”sebutnya.
Dari sisi keamanan juga, masyarakat selalu terjamin, tidak pernah ada begal, rampok, maling dan kegaduhan seperti sekarang.
“Itulah sebabnya dosok Pak Hato sampai sekarang masih tetap diingat masyarakat, terutama petani. Makanya ketika kami melihat ibu Titiek, mengingatkan kami kembali pada pak Harto,”sebutnya.
Marni petani lain mengaku baru pertama kali bertemu dan melihat secara lansung dengan putri Presiden Soeharto, karena hanya pernah melihat di televisi, dan memang wajahnya mirip sekali dengan Pak Harto
“Mudahan suatu saat nanti, ibu Titiek bisa seperti bapaknya dan kita sebenarnya berharap ada presiden seperti pak Harto,”harapnya.
Pantauan Cendana News, masyarakat petani mulai dari orang tua, anak – anak dan personil TNI setelah diberitau kalau dalam rombongan kunjungan kerja Komisi IV DPR RI turut serta ibu Titiek Soharto, putri Presiden Soeharto, warga lansung berdatangan berkerumunan minta bersalaman dan foto bersama.
Selanjutnya
Lihat juga...