Jurnalis : Rustam / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Rustam
![]() |
| Muhammad Nasir, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sultra |
Menurut Muhammad Nasir, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sultra, 7 kabupaten yang akan menjadi lokasi peternakan sapi di Sultra, adalah Kabupaten Konawe Selatan, Konawe, Muna dan Bombana, kemudian Kabupaten Kolaka Utara, Muna Barat dan Kolaka.
Sebelum bibit sapi didistribusikan yang diperkirakan pertengahan tahun 2016, pemerintah kabupaten melalui dinas terkait harus terlebih dahulu membentuk kelompok tani ternak. Setelah terbentuk, maka kelompok tani ternak harus mampu membuatkan kandang sapi.
Kemudian kelompok tani ternak juga harus mampu menghijaukan lokasi rumput, agar bibit sapi ini memperoleh makanan yang cukup. Sehingga diharapkan bibit sapi yang diberikan pemerintah dapat berkembang biak dengan baik. Sehingga ke depan pemenuhan permintaan daging di Indonesia dapat terpenuhi, dengan harga yang kompetitif di pasaran.
Kelompok tani ternak diharuskan menyiapkan kandang dan bersedia menghijaukan areal peternakan, karena pemerintah tidak mengalokasikan anggaran. “Makanya dibutuhkan kerjasama yang baik dengan kelompok tani ternak,” ujarnya.
Berdasarkan data, jenis sapi Brahma Australia merupakan hasil perkawinan silang antara jenis sapi India dengan Australia. Keunggulan sapi Brahma Australia, bobotnya dua kali lipat dibandingkan jenis sapi Bali yang banyak diternak masyarakat Sultra.