SELASA, 12 JANUARI 2016
Penulis: Rusmin / Editor: Sari Puspita Ayu
CATATAN JURNALIS—Cuaca Toboali, Bangka Selatan pagi itusangat cerah. Pemakaman umum Pasiban di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Tanjung Ketapang Toboali Bangka Selatan ramai pelayat. Mareka sedang berduka karena masyarakat Toboali dan sekitar kehilangan seorang tokoh besar, seorang pejuang kemerdekaan, Bapak H. Umar Matali yang akrab disapa Pak U. Pejuang bangsa ini wafat pada hari Senin 11 Januari 2016 sekitar pukul 06.00 WIB diusia 95 tahun.
Masyarakat Toboali dan Bangka Selatan mengenal Pak U sebagai seorang pejuang di era bangsa ini merebut kemerdekannya. Anggota TKR Batalion 2 Markas Bangka ini bahu-membahu bersama rekannya yang lain di pimpinan Alising, dan Karto Saleh, Said, Suhaili Toha, Iso Sahak, Hamid serta Abdurahman terus berjuang mengusir penjajah hingga ke Pulau Besar.
Pensiunan PT Timah ini pernah bertempur dengan Belanda di Toboali, tepatnya di depan benteng Toboali (Dekat Polsek Toboali Sekarang) dan depan Gedung Nasional (sekarang jalan jenderal Sudirman Toboali). Dari delapan rekannya hanya Pak U yang selamat.
Tahun 1946 Pak Umar Matali ditangkap Belanda. Setahun kemudian pejuang ini dipindahkan ke tahanan Kota Pangkalpinang. lalu dipindahkan ke sel di Kota Mentok. kemudian dikirim ke penjara Glodok. Selama di penjara Mentok, ia berkenalaan dengan Bung Karno dan Bung Hatta yang saat itu ditawan Belanda di Mentok.
“Bung Karno selalu mengobarkan semangat perjuangan tanpa kenal lelah walaupun dalam penjara. Beliau sahabat kami,” cerita Pak U dimasa hidupnya.
Pertemuannya dengan Bung Karno dan Bung Hatta menambah semangat vitalitas mudanya untuk terus berjuang dan berjuang demi tumpah darahnya, Indonesia dan Merah Putih. Tak heran usai dibebaskan Belanda pada tahun 1951 semangat perjuangannya tak pernah luntur untuk Indonesia dan Merah Putih. Pengabdiannya tak pernah luntur. Semangat nasionalismenya amat tinggi dan besar, hingga diujung nafasnya.
Tahun 2005 Pak U pernah mendapat penghargaan dari radio Elshinta Jakarta dalam program Elshinta Peduli Pejuang. Kendati tak pernah mendapat pengakuan secara resmi dari pemerintah, namun Pak U dikenal sebagai pejuang oleh masyarakat Bangka Selatan sebuah bentuk legitimasi yang tulus sebagai bentuk pengakuan atas jerih payahnya tanpa pamrih dalam membela negara dan Merah Putih.
Selamat jalan Pak U, Pak Umar Matali, pejuang sejati. Kami berjanji akan teruskan semangatmu.
![]() |
| Rusmin Toboali |