![]() |
| Direktur PDAM Tirta Komodo, Klemens Man |
FLORES — Kemarau panjang yang melanda daerah Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, selama beberapa bulan terakhir telah menyebabkan sejumlah sumber mata air di wilayah tersebut mengalami penurunan debit.
Seperti diklaim oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Komodo, terjadi pada beberapa mata air yang dikelolanya untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga masyarakat Kota Ruteng.
Direktur PDAM Tirta Komodo, Klemens Man kepada Cendana News mengatakan, kondisi ini telah menyebabkan sejumlah titik pelayanannya di wilayah Kota Ruteng tidak bisa mendapat jatah aliran air dari PDAM selama 24 jam.
“Terpaksa karena kondisi ini, kita mau tidak mau lakukan pelayanan bergilir ke beberapa tempat. Ada beberapa, antara lain Langgo, lingkungan Satartacik, Kumba dan Golocuru. Yang lainnya tetap kita layani 24 jam,” ungkap Klemens di ruang kerjanya, Jumat (09/10/2015).
Klemens menyebut ada sejumlah mata air di lingkungan Kota Ruteng yang telah mengalami penurunan debit luar biasa di tengah musim kemarau selama beberapa bulan belakangan ini. Di antaranya, kata dia, adalah Wae Ces, Wae Palo dan Wae Lengkas.
“Penurunan debit air di sana saya lihat sudah mencapai 80 persen,” ujar Klemens.
Terkait dengan penurunan debit air ini, Klemens sendiri menuding, hal tersebut turut diperparah pula oleh ulah manusia yang cenderung merusak lingkungan alam.
“Peralihan musim dan lingkungan menjadi tidak mendukung, itu benar. Tetapi selain karena kemarau, saya lihat keadaan menjadi tambah buruk karena memang lingkungan sekitar mata air juga sudah rusak,” katanya.
Selanjutnya mengenai pelayanan kepada masyarakat, dirinya mengakui, PDAM Tirta Komodo berkomitmen untuk terus mengupayakan optimalisasi. Hal tersebut antara lain dilakukannya dengan membuat perombakan pipa jaringan induk.
“Sekarang sedang kita lakukan pergantian pipa jaringan yang sudah tua. Sejauh ini sudah mencapai 30 persen,” tuturnya.
JUMAT, 09 Oktober 2015
Jurnalis : Fonsi Econg
Foto : Fonsi Econg
Editor : ME. Bijo Dirajo