![]() |
| Rumah Sakit M. Djamil |
PADANG — Kabut asap yang menyelimuti Kota Padang menyebabkan 7.800 warganya terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Sampai sekarang, kita belum mengetahui usia yang menderita, yang jelas kita mengintruksikan Dinas Kesehatan Kota Padang untuk mendata warga yang terkena ISPA,” ujar Mahyeldi, Kamis (8/10/2015) siang.
Mahyeldi mengaku sudah meminta kualitas udara di wilayahnya diukur. Jika kualitas udara semakin memburuk, pihaknya akan segera memberikan pengumuman meliburkan siswa. Namun menurutnya itu butuh data yang akurat, agar tidak merugikan masyarakat.
“Kita masih menunggu hasil uji kualitas udara yang terbaru, setelah itu kita akan mengambil keputusan apakah siswa diliburkan atau hanya sekedar membagi masker saja, namun kalau masker dibagi, konsentrasi pelajar akan terganggu. Sebab mereka tidak terbiasa memakai masker,” lanjutnya.
Kabut asap di Kota Padang semakin terlihat tebal dan membuat jarak pandang terbatas, namun pihak Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) menyatakan kualitas udara belum masuk level berbahaya. Sehingga Pemerintah Kota (Pemko) Padang belum mengambil kebijakan meliburkan sekolah.
“Pemerintah mengambil kebijakan berdasarkan data yang akurat dan update. Akan merugikan banyak pihak jika pemerintah mengambil kebijakan tanpa ada aturan dan data yang mendasar,” jelas Mahyeldi.
Berdasarkan hasil pengukuran kadar debu (pm10) terakhir, belum melebihi 350 ugram/nm3 yang bisa dinyatakan sebagai status sangat tidak sehat. Sedangkan lonjakan kasus ISPA sudah mulai tampak.
“Makanya kita belum mengambil kebijakan meliburkan sekolah, Kita tidak bisa mengambil keputusan meliburkan sekolah karena daerah lain sudah mengambil kebijakan tersebut. Sebab masing-masing wilayah paparan kabut asap dan indikasinya berbeda,” kata Mahyeldi.
Dari data, Bapedalda jarak pandang yang terbatas atau kondisi cuaca tidak cerah, tidak berkorelasi langsung dengan kadar asap kabut. Jarak pandang juga sangat ditentukan oleh proses kondensasi uap air, kelembaban udara, arah angin,dan berbagai faktor lainnya.
KAMIS, 08 Oktober 2015
Jurnalis : Muslim Abdul Rahmad
Foto : Muslim Abdul Rahmad
Editor : ME. Bijo Dirajo