| Mimi saat mempersentasikan bukunya |
PADANG — Martga Bella Rahimi, dara cantik asal Solok mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), meluncurkan buku pertamanya “Mahasiswa Setengah Dewa”. Peluncuran ini akan dilangsungkan di 34 tempat di Indonesia.
Buku yang diterbitkan oleh Kompas Gramedia tersebut terdiri atas dua judul yaitu Manusia Setengah Dewa (Saatnya Menghidupkan Impian) dan (Saatnya Menjadi Mahasiswa Penggempar Dunia) dengan tebal 138 halaman.
Martga Bella Rahmi selaku penulis menceritakan buku pertamanya itu berisi kisah perjalanan hidupnya dari kecil, hingga menjadi mahasiswa kedokteran dengan segudang aktivitas sampai dinobatkan sebagai bintang aktivis kampus.
“Buku ini saya tulis dalam waktu 55 hari saja di tengah kesibukan menjalani rutinitas sebagai mahasiswa klinik Fakultas Kedokteran dan disetujui untuk terbit oleh Kompas Gramedia hanya dalam waktu tiga jam,” ujar Dokter Muda ini.
Martga atau yang akrab dipanggil Mimi ini berharap buku yang ia tulis dapat membangkitkan “dewa” yang ada pada setiap orang sehingga mampu menjadi apapun yang diinginkan.
“Sengaja mengambil kata dewa, bukan berarti ingin merubah keyakinan setiap pembaca, namun saat ingin mencari kata lain dari kekuatan yang luar biasa dari diri manusia, hanya nemu kata itu didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,” lanjut Mimi.
Mimi bercerita, buku itu ditulis sebagai upaya berbagi pengalaman selama menjalani kehidupan hingga ke bangku kuliah dan mengajak mahasiswa yang ada di Tanah Air mengoptimalkan kemampuan terpendam yang dimiliki.
“Judul Manusia Setengah Dewa terinspirasi dari judul lagu musisi kawakan Iwan Fals Manusia Setengah Dewa yang kemudian dielaborasi menjadi Mahasiswa Setengah Dewa, “ujarnya.
Gadis kelahiran 13 Maret 1991 dari pasangan Masrilmar Sutan Marajo dan Ichwani merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara. Dalam bincang-bincang sore itu, Mimi berkisah tentang ayahnya yang berprofesi sebagai tukang bangunan dan ibunya membuka warung kelontong di rumah dengan kondisi hidup yang cukup sulit. Karena sering sakit sejak kecil . Saat berusia delapan tahun, Mimi bercita-cita menjadi dokter karena ingin tahu kondisi tubuhnya.
Meski tumbuh dan dibesarkan dari keluarga kurang mampu, berkat kegigihannya Mimi berhasil mewujudkan impian di masa kecil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dengan beasiswa.
Ia berhasil menamatkan Sarjana Kedokteran dengan indeks prestasi diatas 3 dan dinobatkan sebagai bintang aktivis kampus serta mahasiswa berprestasi di fakultas. Selama kuliah Mimi juga telah berkunjung ke 10 negara dalam rangka mengikuti seminar, lomba dan melakukan penelitian.
Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Sumbar, Nita Indrawati yang turut hadir dalam bincang sore itu, mengajak generasi muda untuk menjadi penulis. Dimulai dengan menulis catatan harian.
“Untuk menjadi penulis hebat diawali dengan hak sederhana kemudian terus berkembang menjadi sesuatu yang luar biasa,” pungkas Nita.
MINGGU, 27 September 2015
Jurnalis : Muslim Abdul Rahmad
Foto : Muslim Abdul Rahmad
Editor : ME. Bijo Dirajo