Perbedaan Hari Raya Idul Adha, PBNU: Itu Hal Lumrah

JAKARTA — Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan maklumat bahwa Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu tgl 23 September 2015.  Hal ini berbeda dengan versi pemerintah yang memutuskan Hari Raya qurban pada 24 September 2015.
Menanggapi perbedaan ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ma’ruf Amin menilai perbedaan waktu perayaan dua hari besar umat Islam yaitu Idul Fitri & Idul Adha itu sesuatu yang lumrah.

“Hingga saat ini umat Islam di Indonesia belum mempunyai kalender bersama. Setiap ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah maupun ormas Islam lainnya mempunyai cara yang berbeda dalam menentukan waktu perayaan hari hari besar,” ujar KH Ma’ruf Amin Di Jakarta, Jumat (28/08/2015).
Ma’ruf mengakui memang masih belum ada cara penetapan yang sama antara pemerintah dengan Muhammadiyah. Namun saat sekarang sedang dikaji terus untuk menentukan almanak. Kendati Demikian, kepastian waktu perayaan Idul Adha, Menurut Maaruf pihaknya masih akan menunggu sidang isbat resmi dari pemerintah.
“Kita dari NU tetap menunggu isbat. sama seperti  Muhammadiyah nanti,” Ungkapnya.
Karena mempunyai metode berbeda, dia meminta masyarakat memaklumi kemungkinan ada perbedaan waktu pelaksanaan Idul Adha.
“Toh jika ada terjadi perbedaan saat isbat nanti, saya meminta masyarakat agar tetap legowo,” tutupnya.
JUMAT, 28 Agustus 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...