
“Perbedaan itu adalah karakter bangsa yang harus dijaga sebagai keberagaman di Indonesia sebagai kekuatan sebuah bangsa dan bukan saatnya lagi mengedepankan kepentingan agama, suku, golongan tertentu sebab kita adalah NKRI sejak tahun 1945,” ungkap Zulkifli Hasan dihadapan ratusan kaum perempuan yang hadir di aula SMA Kebangsaan saat sosialisasi wawasan kebangsaan di Lampung, Jumat (28/8/2015).
Disebutkan, sosialisasi ini ditujukan untuk menyegarkan semangat sebagai bangsa dalam membangun karakter bangsa dan wawasan kebangsaan terkait Pancasila, UU 1945, Bhineka Tunggal Ika serta konsep gotong royong yang saat ini sudah mulai luntur sebagai bangsa.
Zulkifli mengungkapkan lunturnya jiwa gotong royong dalam bermasyarakat menyebabkan perbedaan akan lebih terasa. Dan hal ini semakin memperbesar jurang antara si kaya dan si miskin di negara yang dikenal dengan berbagai kekayaannya.
Selain itu, dia juga mengajak kaum ibu untuk bisa meletakkan pondasi yang kuat di setiap keluarga dengan memberikan pendidikan yang baik bagi anak anak dan bagi keluarga dengan memberikan perhatian dalam pendidikan anak.
Zulkifli menekankan pentingnya bagi warga Indonesia untuk memajukan pendidikan, baik dalam meningkatkan kualitas hidup, juga bertujuan untuk kemajuan pada pola pikir masyarakat dalam menentukan masa depan, diantaranya dalam memilih calon pemimpin.
Sosialisasi wawasan kebangsaan tersebut dilakukan di Aula SMA Kebangsaan di Desa Pisang Kecamatan Penengahan Lampung Selatan. Sebuah sekolah yang menerapkan sistem asrama bagi ratusan siswa yang berasal dari seluruh daerah di Lampung Selatan dengan jumlah sekitar 270 siswa pilihan dan berkonsep kebangsaan.

